Winantuningtyas Titi: Demokrasi Ada Berkat Perjuangan Pahlawan

Peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November merupakan momentum untuk mengingat perjuangan para pahlawan bangsa yang membela kemerdekaan Indonesia. Kehidupan berdemokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan salah satu hasil perjuangan para pahlawan bangsa.

"Semua pengorbanan yang diberikan oleh para pahlawan kita, baik itu harta, tenaga, pikiran dan bahkan nyawa demi untuk merebut kemerdekaan. Kami berharap, semua masyarakat bisa memahami keikhlasan, perjuangan dan semangat pahlawan untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyas Titi Swasanany kepada politikindonesia.com, akhir pekan lalu.

Dikatakan perempuan yang arab disapa Win ini, momentum Hari Pahlawan sebaiknya tidak dipandang sebagai kegiatan rutinas semata, melainkan untuk memaknai bagaimana perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.

"Semangat pahlawan itu menjadi motivasi untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara."

Kepada Elva Setyaningrum, perempuan kelahiran Yogyakarta, 25 November 1956 itu menjelaskan pendapatnya mengenai perayaan Hari Pahlawan. Bagaimana kesekjenan DPR memaknai peringatan itu. Berikut wawancaranya.

Pendapat Anda tentang perayaan Hari Pahlawan daam konteks kekinian?

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini berkaitan dengan proses demokrasi yang terjadi pada 4 November lalu. Saat itu, jutaan umat Islam turun ke jalan melakukan aksi damai. Itu adalah proses berdemokrasi. Proses demokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini adalah hasil perjuangan para pahlawan bangsa.

Bagaimana memaknai Hari Pahlawan itu?

Momentum perayaan Hari Pahlawan jangan dipandang sebagai kegiatan rutinas semata. Hari Pahlawan harus dimaknai bagaimana perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Seperti halnya kami di Setjen DPR memaknai jasa para pejuang dengan meningkatkan kapasitas SDM dari berbagai aspek, baik soft kompetensi maupun hard kompetensi.

Lantas, Anda sendiri memaknainya seperti apa?

Semangat para pahlawan sebenarnya mampu memotivasi kita untuk terus berkarya dan bekerja bagi bangsa dan negara. Karena kita merupakan bagian dari negara yang ikut bertanggung-jawab penuh terhadap eksistensi bangsa dan kemajuan bangsa ini.

Hal itu tidak hanya terkait dengan pendidikan, tetapi juga menambah wawasan dan perubahan mindset untuk penguatan semangat nasionalisme.

Bagaimana mengajarkan demokrasi kepada generasi muda?

Yang paling penting adalah penanaman dan pembinaan mental berdemokrasi dan bermoral bangsa berdasarkan Pancasila. Hal itu harus dimulai sejak dini dan bisa dilakukan mulai dari tingkat dasar. Penanaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa instan. Hal itu untuk memperlihatkan kepada generasi muda akan pengalaman sejarah bangsa Indonesia dengan Pancasilanya yang telah berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaan, serta menghalau semua gangguan yang pernah ada baik dari dalam maupun luar negeri.

Seberapa penting, pendidikan tersebut bagi generasi muda?

Saya menilai pendidikan tersebut sangat pendidik untuk generasi muda. Walaupun tak jarang ada pihak yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah doktrin terhadap kekuasaan tertentu. Tapi saya menilai, pendidikan demokrasi dan Pancasila masih perlu dimasukan dalam kurikulum sekolah tingkat dasar. Karena dasarnya sangat baik untuk memperlihatkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus akan pengalaman dan sejarah bangsa dengan perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan.

Tanggapan Anda terhadap gangguan yang ingin merusak demokrasi bangsa Indonesia?

Gangguan dan rongrongan terhadap nilai demokrasi dan ideologi bangsa, baik dari dalam maupun luar negeri akan selalu ada. Oleh karena itulah diperlukan kebesaran hati untuk terus waspada terhadap hal tersebut. Tugas dan tanggung jawab kita saat ini adalah mempertahankan proses denokrasi yang ada saat ini dari gangguan dan rongrongan, baik dari dalam maupun luar negeri. Tugas ini tentu tidak kalah beratnya dibanding dengan perjuangan para pahlawan yang ikut merumuskan Pancasila itu sendiri. Maka, kita sebagai bangsa harus tetap waspada terhadap gangguan tersebut.