Warga Adat Osok Wakafkan Tanah untuk Kantor Gubernur

Masyarakat adat Osok di Papua Barat, mewakafkan lahan seluas 100 hektare untuk cikal kawasan perkantoran Provinsi Papua Barat Daya. Provinsi Papua Barat Daya ini, telah diusulkan kepada pemerintah pusat dan DPR.

Kepada pers, Minggu (18/05), Ketua Gerakan Papua Optimis Jimmy Demianus Ijie dan Ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Yosafat Kambu mengatakan, pelepasan hak pengelolaan lahan tersebut telah dilakukan beberapa hari lalu.

"Kami bersyukur. Ini merupakan wujud dan bukti dukungan masyarakat adat terhadap usul pembentukan provinsi baru di wilayah Papua," ujar Jimmy.

Diharapkan, dengan adanya dukungan itu, upaya mewujudkan terbentuknya Provinsi PBD cepat menjadi kenyataan. "Kami memohon kepada DPR bersama Pemerintah segera membahas dan menyetujui usul tersebut," terang Jimmy yang juga Wakil Ketua DPRD Papua Barat.

Wilayah Provinsi PBD yang diusulkan meliputi kawasan kepala burung Pulau Papua, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, dan Maybrat. Usul itu telah disetujui kepala daerah dan DPRD 5 wilayah itu. DPRD Provinsi Papua Barat juga telah menyetujui usul tersebut dalam rapat paripurna pada tanggal 24 Februari 2014 yang dipimpin Jimmy.

Jimmy mengemukakan, usul tersebut telah disampaikan ke pemerintah pusat, Komisi II DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Bahkan, DPD RI telah melakukan kajian, audiensi, rapat kerja, rapat konsultasi, dan kunjungan lapangan.