Wacanakan Capres, Parpol Terkesan Mabuk Kekuasaan

Partai politik di Indonesia terkesan mabuk kekuasaan. Itu yang bisa dibaca dari sikap mereka yang terlalu cepat mewacanakan calon presiden untuk 2014. Padahal, masa Pilpres masih jauh.

Pengamat sosial politik dari IAIN Sumatera Utara, Ansari Yamamah mengemukakan hal tersebut, kemarin.

Dengan cara bertindak seperti itu, Ansari mengatakan, parpol seperti melupakan tugas utamanya. Yakni, memperjuangkan aspirasi rakyat yang menjadi konstituennya.

Padahal, saat ini, rakyat lebih membutuhkan peranan parpol melalui kadernya di parlemen, untuk memperjuangkan perbaikan berbagai kondisi yang ada. Baik itu terkait dengan penegakan hukum, peningkatan ekonomi maupun perbaikan sarana dan prasarana publik. Sekarang, perlu perbaikan berbagai sarana dan infrastruktur sosial yang banyak rusak.

Di luar itu, Ansari berpendapat, perlunya pengawasan parpol terhadap proses hukum yang dijalani mafia pajak Gayus HP Tambunan. Itu perlu dilakukan agar semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawabannya.

Demikian juga, pengawasan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah agar efektif dan tidak menjadi ajang untuk memperkaya diri oknum tertentu.

Seharusnya, kalangan parpol lebih memfokuskan perhatian terhadap hal-hal itu, jika memang memiliki kepedulian terhadap rakyat. Jadi, mereka jangan sibuk membicarakan masalah kekuasaan saja.

"Jika berjuang untuk rakyat, rakyat yang akan memberikan kekuasaan kepada mereka," kata alumni Leiden University, Belanda itu.

Saat ini, pembahasan tentang calon presiden dinilai masih terlalu dini karena prosesnya akan dilangsungkan tiga tahun lagi. Kesibukan dalam pembahasan pencalon presiden itu seolah-olah menunjukkan parpol mabuk kekuasaan, sehingga lupa terhadap permasalahan rakyat.

"Mereka harus sadar, saat ini rakyat belum membutuhkan presiden baru tetapi langkah konkrit untuk perbaikan," kata Ansari.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh P Daulay. Ia meminta semua pihak menghentikan segala bentuk wacana pencapresan. Karena hanya akan menghabiskan waktu dan menguras energi bangsa.

Di mata Saleh, membahas pencapresan saat ini sangat prematur. Hanya akan menguras sebagian besar energi bangsa. Sebaiknya wacana ini segera dihentikan. Ia berharap kalangan politisi lebih memfokuskan diri pada tugas-tugas utama mereka sebagai penyalur aspirasi rakyat.

"Menggulirkan wacana capres saat pemerintahan periode kedua SBY baru berjalan satu tahun lebih, sangat prematur dan tidak ada untungnya bagi rakyat," tegas Saleh.