TNI Gerebek Kamp Sindikat Sabu di Perbatasan Nunukan

Tim gabungan dari Eastern Fleet Quick Response EFQR TNI AL dan Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung menggerebek sebuah kamp sindikat sabu di perkebunan sawit di wilayah perbatasan Kecamatan Seimenggaris, Nunukan, Kalimantan Utara.

Penggerebekan berawal dari kurir sabu asal Malaysia yang melarikan diri saat diperiksa anggota TNI AL di Pos Dermaga Sei Pancang Sebatik beberapa waktu lalu.

“Di lokasi kebun sawit, kita menemukan sebuah rumah atau kamp yang digunakan markas. Kita amankan beberap orang dan barang bukti sabu-sabu,” kata Komandan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono, Minggu (18/03).

Dari kamp tersebut, petugas mengamankan sabu seberat 5,8 gram yang dibungkus dalam plastik putih siap edar. Selain itu, tim mengamankan 2 anggota jaringan sabu, Awaludin alias Iwan (34) dan Riska (21). Sedangkan 3 orang warga Kanduangan yang berada di lokasi penggerebegan diwajibkan lapor.

Tak hanya itu, tim juga mengamankan sebuah sepeda motor yang diduga digunakan untuk mengambil sabu-sabu dari Malaysia dan sejumlah senjata api rakitan siap tembak di dalam rumah tersebut.

“Kami juga temukan 2 pucuk senjata api rakitan yang berisi peluru jenis penabur yang siap dtembakkan,” kata Ari.

Penggerebekan kamp sabu jaringan Malaysia ini berawal dari lolosnya kurir sabu dari Tawau Malaysia saat akan diperiksa petugas TNI AL di Pos Sei Pancang Sebatik. Masyarakat yang mengetahui keberadaan korban dari foto yang disebar aparat di perkebunan sawit di wilayah perbatasan kemudian melaporkan kepada aparat.

Kamis (15/03) sekitar pukul 06.00 Wita, tim gabungan menggunakan speed menuju Desa Semaja, Kecamatan Seimanggaris yang berjarak 9 jam perjalanan dengan menggunakan speedboat dari Nunukan.

Saat rumah pondok digeledah, 2 orang melarikan diri ke tengah kebun sawit. Dari pengakuan Riska, salah satu jaringan sabu, sabu akan dijual kepada para pekerja sawit.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung, Letkol Infanteri Rio Neswan mengataan, jalur tikus dan perkebunan sawit di perbatasan banyak dimanfaatkan jaringan sabu dari Malaysia. Para pekerja sawit kerap dijadikan target pasar.

Untuk itu, pihaknya meningkatkan pengawasan serta mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan sindikat pengedar narkoba. “Mereka ini tergiur dengan keuntungan yang besar perdagangan narkoba,” pungkas Rio.