Polda Kepri Bekuk Kurir 5,4 Kg Sabu dari Singapura

Petugas Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil membekuk seorang pria berinisial D karena diduga terlibat dalam bisnis narkoba. D ditangkap karena menjadi kurir 5,4 kilogram sabu dari Singapura. Kasus ini terungkap dari penemuan 5.430 gram sabu yang yang dikirim melalui ekspedisi Singapura.

Sabu itu disimpan di speaker. Barang itu sempat transit di Batam dan kemudian akan dikirim ke Jakarta. Barang terlacak x-ray bagian cargo Bandara Hang Nadim. Petugas bea dan cukai dibantu Direktorat Pengamanan (Ditpam) menemukan 20 bungkusan plastik di speaker berukuran sedang.

Bungkusan itu berisi bubuk kristal. Karena curiga, petugas berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Kepulauan Riau dan BNN Provinsi Kepri.

"D diduga adalah kurir, berasal dari Kampung Bandan, Jakarta. Dia penjemput (penerima) sabu," kata Kapolda Kepri Brigjen Yotce Mende dalam jumpa pers yang dihadiri BNN-Provinsi Kepri, kantor Bea Cukai Batam, dan Ditpam Bandara Hang NAdim di Mapolda Kepri, Senin (01/04).

Yotce menjelaskan, sabu tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi Singapura yang beralamat di Blok 3018 Bedok North St.5#01-47. Kemudian diteruskan via Batam. Penerima atas nama: Mr Benny/Mr Sam.

"Paket kiriman asal Singapura ini masuk ke Batam menggunakan jalur laut lewat pelabuhan cargo resmi, kemudian diambil oleh Mr X yang dikirim lewat salah satu ekspedisi di Batam," ungkap Yotce.

Beberapa waktu lalu, Senin (25/03), petugas Bandara Hang Nadim Batam menemukan 1.012 gram sabu di sebuah koper. Namun tidak diketahui, siapa pemilik barang tersebut. Sabtu (16/03).

Selain menemukan sabu dalam koper tersebut, petugas juga menemukan tas ransel berisi 8,4 kg sabu yang dikemas dalam 19 bungkusan plastik kecil dan dimasukkan dalam kotak makanan. Sama halnya, pemiliknya juga masih misterius.