Pemkab Banyumas Berlakukan Perbup Bahasa Jawa Ngapak

Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 31 Desember 2013 lalu, mengeluarkan Peraturan Bupati (perbup) tentang penggunaan bahasa Jawa Banyumasan dengan logat ngapak

Dengan diberlakukannya Perbup itu maka seluruh aktivitas pegawai negeri sipil di Kabupaten Banyumas, mulai dari apel pagi sampai pulang kerja, diminta untuk menggunakan bahasa Jawa logat Banyumasan.

Bupati Banyumas Achmad Husain mengatakan, kebijakan penggunaan bahasa Jawa Banyumas merupakan upaya Pemkab Banyumas dalam melestarikan dan melindungi kearifan lokal, khususnya bahasa Jawa dengan logat ngapak khas Banyumas.

"Ini keprihatinan terhadap nasib bahasa Jawa Banyumas yang belakangan mulai ditinggalkan generasi muda," kata Achmad Husain, kemarin.

Husain mengatakan, anak-anak muda Banyumas saat ini lebih suka menggunakan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa Banyumas. Namun, saat ini peraturan tentang penggunaan bahasa Jawa Banyumas baru bersifat imbauan kepada seluruh PNS di Kabupaten Banyumas. Namun tidak menutup kemungkinan kebijakan ini akan diteruskan menjadi peraturan daerah.

"Karena sifatnya masih imbauan, maka kami tidak mengadakan pengawasan secara intensif di lapangan terkait efektifitas peraturan ini," kata Husain.

Kebijakan ini sedianya sudah mulai diterapkan di lingkungan PNS Kabupaten Banyumas. Pada Kamis (09/01), PNS di Pemkab Banyumas menggelar apel pagi dengan logat Jawa ngapak khas Banyumasan. Suasana apel pagi itu tidak berlangsung khidmat tapi malah jadi ajang tertawa.

PNS yang ikut apel langsung tertawa ketika seorang anggota Satpol PP yang ditunjuk menjadi pemimpin apel tiba-tiba memberikan aba-aba tentang kesiapan apel dengan menggunakan bahasa Jawa ngapak Banyumasan. Bagi peserta upacara, mendengara aba-aba dengan Jawa ngapak jadi aneh dan lucu.

Sekda Kabupaten Banyumas Wahyu Budi Saptono merespon positif kebijakan menghidupkan kembali bahasa Jawa khas Banyumasan. "Ini baik untuk menjaga kearifan lokal Banyumas. Karena bahasa Jawa Banyumas sudah mulai terkikis di kalangan generasi muda," kata Wahyu.

Rencananya bahasa Jawa khas Banyumas ini tidak hanya digunakan dalam apel upacara tapi juga akan digunakan dalam rapat dinas dan komunikasi di ruang kerja PNS se-Kabupaten Banyumas.