Novanto Telah Terima Surat Penetapan Tersangka

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto telah menerima surat resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penetapannya sebagai tersangka kasus e-KTP. Surat tersebut langsung dikoordinasikan dengan ketua bidang hukum Golkar untuk analisis kajian.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham kepada pers di Gedung DPR Jakarta, Rabu (19/07). “Pak Novanto menyampaikan kepada saya bahwa surat secara resmi keputusan Novanto sebagai tersangka sudah diterima dan tugaskan ke saya koordinasikan ke ketua bidang hukum dan HAM," ujar Idrus.

Idrus menambahkan, dalam waktu dekat Bidang Hukum dan HAM DPP Golkar akan melaporkan hasil kajian tersebut. "Satu atau dua hari ini laporkan hasil kajian dan lakukan langkah berdasarkan hukum yang dilakukan," ucapnya.

Idrus mengatakan, isi surat dari KPK terkait terkait peningkatan status penyelidikan ke penyidikan. "Tadi yang disampaikan peningkatan penyidikan. Dalam surat tanda tangan satu orang pemberitahuan tentang tingkat penyidikan," kata dia.

Idrus mengatakan, Golkar belum melakukan langkah hukum ke depannya. Termasuk upaya untuk melakukan praperadilan sebelum sidang pembacaan surat dakwaan.

“Karena hari ini dan baru kami kirim, nanti hasil kajian akan dikonsultasikan ke ketum untuk langkah lanjut," ujar dia.

Seperti diketahui, Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau 2 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.