Meningkat, Minat Pelajar Indonesia Lanjutkan Studi ke Belanda

Minat pelajar Indonesia melanjutkan studi Belanda terus meningkat. Hal itu terlihat dari sekitar 300 pelajar Indonesia yang mengikuti Pre-departure briefing, untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah universitas di Belanda.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang kami selenggarakan untuk memberikan pembekalan dan dukungan bagi calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi di Belanda. Dalam acara ini, para alumni juga hadir untuk membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri menjalani masa studinya dengan baik,” terang kata Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl kepada politikindonesia.com disela-sela acara tersebut di Jakarta, Minggu (12/08).

Diungkapkan, lebih dari 90 orang alumni Belanda ikut hadir pada acara itu untuk memberikan informasi mengenai kehidupan di Belanda. Para alumni yang hadir juga berbagi pengalaman dan kesan mengenai selama tinggal dan studi di Belanda. Beberapa hal yang disampaikan dan didiskusikan meliputi gegar budaya, bagaimana beradaptasi dengan proses belajar mengajar yang berbeda, berinteraksi dengan pengajar dan mahasiswa internasional.

“Para alumni menampilkan sketsa drama, sehingga informasi yang diberikan menjadi lebih menarik. Pada sesi diskusi, para alumni dibagi berdasarkan kota tempat tinggal di Belanda untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis dari para pelajar yang akan berangkat,” urainya.

Sementara itu, Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia Indy Hardono menambahkan, sekitar 300 pelajar yang hadir di acara tersebut, sebagian besar sekitar 77.4 persen akan melanjutkan program master (setara S2). Sebanyak 14.14 persen akan melanjutkan ke program bachelor (setara S1). Selain itu, ada 1 persen melanjutkan PhD (setara S3) dan sisanya 7 persen akan mengambil kursus singkat di Belanda.

“Jika dilihat dari sumber pendanaan, jumlah pelajar yang menggunakan dana sendiri sekitar 42,4 persen. Jumlahnya hampir sama dengan pelajar yang menfaatkan dana beasiswa untuk studi di Belanda, yaitu 57,6 persen. Ada berbagai jenis beasiswa untuk studi di Belanda, diantaranya beasiswa StuNed, OTS, OKP, LPDP, SPIRIT, FETA. Selain itu, beasiswa dari universitas-univesitas di Belanda dan juga perusahaan-perusahaan tempat para pelajar bekerja,” imbuhnya.

Menurutnya, minat orang Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke Belanda dari tahun ke tahun terus meningkat. Banyak orang Indonesia yang berminat melanjutkan pendidikan ke universitas riset yang ada di Belanda. Apalagi Belanda mempunyai beasiswa Orange Knowledge Programme (OKP) yang membiayai riset institusi dan transfer ilmu pengetahuan.

“Ide OKP ini dikembangkan mengingat pada 2030, Indonesia akan menjadi negara besar ketujuh di bidang ekonomi.

Tak heran, Belanda kini tengah mengembangkan pendidikan vokasi atau sekolah menengah kejuruan (SMK) di bidang pertanian. Karena vokasi dan riset sangat penting bagi Indonesia. Selain itu, Belanda juga memiliki keunggulan di bidang tata kelola air, hukum, pertanian dan maritim,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Belanda, Ferdinand Lahnstein, menpaparkan, hiingga saat ini sudah ada lebih dari 20.000 pelajar Indonesia melakukan studi di Belanda terhitung sejak tahun 1950. Perhimpunan pelajar Indonesia di Dunia, awalnya didirikan di Leiden pada tahun 1922 (PPI Belanda) yang sampai sekarang masih aktif dan bertambah kuat organisasinya.

“Pentinnya peran alumni Belanda bagi hubungan kedua negara. Alumni diibaratkan sebagai minyak pelumas dalaml menggerakan roda kerjasama Indonesia Belanda. Oleh karena itu, kami mengingatkan para pelajar yang akan studi di Belanda untuk bergabung dengan jaringan alumni Belanda Indonesia,” pungkas Ferdinand.