Lewat Batik, Taiwan Promosi Produk ke Indonesia

Banyak cara untuk mempererat hubungan bilateral dua negara, Taiwan dan Indonesia. Seperti “Taiwan Excellence Batik Design Competition” yang digelar Taiwan. Pada ajang ini, Taiwan sengaja menggandeng desainer ternama Indonesia, seperti Ivan Gunawan dan Danny Satriadi sebagai dewan juri profesional.

“Kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk ucapan terima kasih kami atas kesetiaan Indonesia dalam menggunakan produk Taiwan yang berkualitas. Dengan adanya ajang ini, ingin menarik perhatian masyarakat Indonesia agar lebih antusias dan lebih mengenal lagi apa itu Taiwan Excellence. Sehingga masyarakat tidak menilai monoton dan tidak hanya terpaku pada produk-produk yang kami bawa saja, tapi juga bisa berpartisipasi langsung memilih pemenang kompetisi batik ini," kata Manager Taiwan Trade Center Jakarta, Macy Chen, di Jakarta, Senin (20/08).

Dia menjelaskan, selain menjadi ajang promosi produk dari Taiwan, pihaknya juga berharap acara ini bisa lebih mempererat hubungan dagang antara Indonesia dan Taiwan. Apalagi, saat mendengar nama batik, semua orang akan langsung berpikir tentang Indonesia. Ke depannya, Taiwan dan Indonesia dapat melebur dengan baik, sehingga kerjasama kedua negara ini semakin meningkat di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

“Kami sangat senang sekali dengan antusiasme peserta yang ikut kompetisi ini. Dari ratusan desain yang masuk, hingga akhirnya tercipta 3 pemenang. Saya pribadi salut karena ketiga pemenang ini sudah mengusung unsur-unsur ke-Taiwan-an dan ke-Indonesia-an dalam setiap karyanya,” tandasnya.

Menurut, kompetisi desain batik ino digelar bersamaan dengan pameran Taiwan Excellence yang berlangsung selama 10 hari mulai dari tanggal 17 hingga 26 Agustus 2018, di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta. Adapun, pameran kali ini memamerkan 117 produk-produk unggulan Taiwan.

“Pameran ini kami selenggarakan juga untuk memperkenalkan produk-produk inovatif Taiwan yang telah mendapat penghargaan Taiwan Excellence kepada masyarakat Indonesia. Produk-produk tersebut telah melalui proses mekanisme penyeleksian ketat,” paparnya.

Dipaparkan, Taiwan External Trade and Development Council (TAITRA) setiap tahunnya melakukan promosi atas produk-produk inovatif yang sudah meraih penghargaan Taiwan Excellence ke seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia. Selain bertujuan untuk memperluas pasar atas produk-produk peraih penghargaan ini, juga untuk membentuk citra inovatif industri Taiwan di mata internasional.

“Salah satu cara mempromosikan produk Taiwan ke pasar Indonesia adalah dengan menggunakan batik yang merupakan warisan kebudayaan Indonesia. Selain untuk mempererat hubungan dagang antara kedua negara, yang nilainya mencapai angka USD 8 juta pada tahun 2017 silam,” ujar Macy.

Sementara itu, Ivan Gunawan menambahkan, ajang kompetisi ini merupakan ajang pencarian desain batik Taiwan Excellence yang terbaru, untuk menggantikan desain kreasinya yang selama ini digunakan. Karena ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri desainer Indonesia, untuk dapat terpilih menjadi dewan juri kompetisi desain batik yang nantinya akan dijadikan seragam corporate milik Taiwan Excellence.

“Setelah melakukan penyaringan dari ratusan kontestan yang telah mengirimkan desainnya, akhirnya terpilihlah 9 desain untuk mengikuti sesi penjurian pada hari Sabtu (18/08) lalu. Batik selalu memiliki konsep dan filosofi dibelakangnya, sehingga sistem penjurian kami menggunakan sistem tanya jawab, untuk mencari tahu latar belakang pemilihan desain, motif dan bahkan pemilihan warna,” tandas Ivan.