KPK Dalami Kronologi Kecelakaan dan Kondisi Novanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memastikan peristiwa kecelakaan yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto. KPK juga telah mengirim penyidik dan dokter untuk mengetahui kondisi Novanto yang tengah dirawaat di RS Permata Hijau.

Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP itu mengalami kecelakaan saat berada di dalam mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1732 ZLO di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam. “Prinsipnya, kronologi secara lengkap dan informasi-informasi lebih rinci menjadi perhatian KPK," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam.

Febri mengatakan, KPK ingin mengetahui kondisi Novanto dan penumpang lainnya yang berada di dalam mobil itu. "Misalnya kalau memang terjadi benturan atau kecelakaan. Kalau memang itu terjadi. maka harus dilihat sejauh mana akibatnya terhadap para penumpang di dalamnya," kata dia.

Febri menyebut tak tertutup kemungkinan orang-orang yang ada di dalam mobil bersama Ketua Umum Partai Golkar itu akan diperiksa untuk mengetahui bagaimana peristiwa sebenarnya.

“Beberapa proses wawancara dan lainnya tentu akan kami perhatikan lebih lanjut, itu peristiwanya terjadi kapan. Namun yang paling penting bagi KPK adalah memastikan kronologi saat kecelakaan tersebut," ujarnya.

Menurut Febri, yang paling penting adalah ketika seseorang saksi atau tersangka dipanggil kemudian sakit dan perlu mendapat perawatan di rumah sakit, maka tim penyidik KPK perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik KPK juga membawa dokter ke RS Medika Permata Hijau untuk mengecek kondisi Novanto. Dokter tersebut berkooordinasi dengan dokter yang menangani Novanto.

Febri mengatakan, KPK sempat menemukan kesulitan karena tidak menemukan dokter jaga di lokasi. Selain itu, pihak manajemen RS tak ada yang bisa ditemui. "Penyidik tidak menemukan dokter jaga tersebut di lokasi dan pihak manajemen RS tidak dapat ditemui dan memberikan informasi dan akses malam ini," kata Febri.

Febri pun meminta pihak RS tidak mempersulit kinerja penyidik KPK. Pengecekan kondisi Novanto ini merupakan bagian dari proses penyidikan. "Pihak manajemen RS kami harapkan tidak mempersulit kerja penyidik KPK di lokasi. Sejauh ini ada informasi yang kami terima pihak-pihak tertentu tidak kooperatif," imbuh Febri.

Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan kliennya mengalami luka di bagian kepala akibat kecelakaan. "Benjol besar kepalanya, tangannya berdarah semua," ujar Fredrich di RS Permata Hijau, Jaksel, Kamis (16/11) malam.

Fredrich mengatakan, aka kemungkinan Novanto mengalami gegar otak. Dia juga menyebut Novanto dirawat tim dokter yang terdiri atas berbagai ahli, seperti dokter ahli jantung hingga dokter ahli saraf.