Kompetisi Roket Air Kembali Digelar

Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali menggelar Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) bagi pelajar berusia 12-16 tahun di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Cilegon. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung PP-IPTEK, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.l, pada Sabtu (25/08) hingga Minggu (26/08).

Direktur PP IPTEK, M. Syachrial Annas mengatakan, kompetisi roket air merupakan ajang adu keterampilan bagi pelajar di bidang teknologi antariksa. Dimana, roket air digunakan sebagai media dalam menjelaskan prinsip sains yang dikenal dengan Hukum Newton. Selain itu, sebaik aplikasi pembelajaran fisika di sekolah.

“Kompetisi ini juga sebagai tahap awal Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional (KRAN) dan Kompetisi Roket Air Internasional se-Asia Pasifik (KRAI) yang tahun ini akan diselenggarakan oleh Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Singapura pada November mendatang. Kami akan mengirim 6 peserta yang terbaik,,” katanya kepada politikindonesia.com, Minggu (26/08).

Menurutnya, pada KRAR tahun ini, jumlah pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya, sebanyak 435 orang pelajar yang berasal dari 96 sekolah SD, SMP, SMA dan SMK. Mereka mengadu keterampilan dalam mendesain roket air dan meluncurkan roket air berdasarkan zona/target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 50 meter.

“Terkait peserta Kompetisi Roket Air ini diperuntukan hanya pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, karena aturan ini mengacu yang dikeluarkan oleh APRSAF, yaitu dibatasi usianya, dari 12 – 16 tahun, sehingga pesertanya dari SD, SMP dan SMA/SMK. Tidak hanya itu yang dibatasi, tapi termasuk tanggal kelahiran peserta juga ditentukan oleh APRSAF, yatu peserta lahir antara 5 November 2001 sampai dengan 4 November 2006. Ini batasan yang ditentukan dari APRSAF. Kalau lebih dari tanggal itu tidak bisa mengikuti kompetisi internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit Program Pendidikan, PP IPTEK Kemenristekdikti, yang juga penanggung jawab KRAR, Feti Anita Tristiana menambahkan, KRAR selain dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan Banten juga diselenggarakan di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Kegiatan KRAR di wilayah lainnya diselenggarakan oleh science center di masing-masing wilayah.

“Nantinya, perwakilan pemenang terbaik dari masing-masing wilayah akan berkumpul dalam Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 September- 1 Oktober 2018 di PP-IPTEK, Jakarta. Jadi, kompetisi roket air ini adalah berjenjang, mulai dari regional, nasional, hingga internasional,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, roket air itu sendiri terbuat dari bahan botol plastik berkaborasi dengan jumlah minimal sebanyak 2 buah botol yang dirakit menjadi satu bagian badan (body) roket air. Body roket air dilengkapi dengan sirip roket yang terbuat dari bahan infraboard atau sterofoam tebal yang dipotong dan dibentuk seperti sirip roket pesawat ulang alik.

“Desain sirip roket bentuknya pun bisa bermacam-macam tergantung dari kreativitas para peserta, namun dalam kompetisi ini bentuk sirip roket sudah ditentukan oleh panitia dari kami,” ulasnya.