Hendropriyono Minta PKPI Segera Cari Penggantinya

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono menyatakan akan berhenti dari dunia politik. Ia meminta PKPI untuk segera menggelar kongres luar biasa untuk mencari penggantinya.

Pernyataan itu disampaikan Hendropriyono saat menerima pengesahan PKPI sebagai peserta pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat (13/04).

“Kita sampai akhirnya di seberang sini (peserta pemilu), dan saya sebagai kapten kapalnya di PKPI, sudah sampai seberang sini, saya turun dan saya serahkan kepada kongres supaya PKPI melakukan kongres luar biasa sesegera mungkin dan mencari pengganti saya," ujar mantan Kepala BIN itu.

Hendropriyono mengatakan, saat ini tugasnya sebagai ketua umun telah selesai. Menurutnya, dirinya sudah cukup tua untuk kembali melanjutkan kiprah di dunia politik.

“Tugas saya selesai, bawa partai ke sasaran dan saya harus tahu diri karena saya banyak tidak mengerti keadaan yang berlangsung di era liberal seperti ini. Kacamata saya tidak sampai ke situ, dan saya cukup tua, karena saya tertua dari seluruh ketua umum, walaupun saya masih bisa berkelahi," tuturnya.

"Kita sama semuanya bangsa ini saya sudah cukup berjuang untuk itu, suprastruktur politik dan sekarang pengalaman saya di infrastruktur politik dan saya antar PKPI ini ke pintu gerbang kemenangan," sambungnya.

Ia berharap generasi penerusnya dapat melanjutkan perjuangan PKPI, yang telah didirikan oleh Edi Sudrajat dan Try Sutrisno.

“Saya harapkan yang generasi penerus bisa melanjutkan cita-cita PKPI yang didirikan oleh Edi Sudrajat dan Try Sutrisno ini, dua ikon sesepuh mendirikan PKPI setelah memisahkan diri dari Golkar," sambungnya

Pengunduran diri, disebut Hendro memunculkan pro dan kontra dari kader. Tapi dia menegaskan agar partai segera menggelar kongres.

“Secepatnya, kita tunggu kesiapan dari daerah melaksanakannya. Saya terima kasih dikasih kesempatan bicara terbuka karena banyak pro dan kontra untuk KLB dan banyak yang tidak mau saya tinggalkan, itu kan biasa orang tua meninggal masa anak seneng. Tapi saya harus paksakan itu karena sudah waktunya," tandas Hendropriyono.