Harga Solar Naik, Nelayan di Semarang Tak Melaut

Para nelayan Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah, mengeluhkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsudi jenis solar. Kenaikan tersebut membuat mereka tidak mampu membeli solar dan terpaksa tidak melaut.

Harga eceran solar yang saat ini mencapai angka Rp9.000 per liter, membuat banyak nelayan di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, terjepit. Di beberapa hari terakhir, para nelayan hanya menambatkan perahu.

"Sebelum harga solar naik, masih berani melaut hingga ke tengah. Tetapi, setelah harga solar naik dengan harga eceran mencapai Rp9.000 tidak lagi," kata seorang warga Tambak Lorok, Singgih yang sudah menjadi nelayan selama 40 tahun.

Singgih mengaku, modalnya tidak lagi cukup membeli solar minimum 50 liter, pulang pergi. "Belum lagi, saya harus menyediakan bekal makanan selama melaut," ujar Singgih.

Menurut Singgih, kenaikan tersebut akan tidak sepadan antara biaya yang harus mereka keluarkan dengan hasil melaut. Ada pun akibat tidak melaut selama beberapa hari, Singgih hanya mencari kerang di pinggir sungai.

Singgih menceritakan beberapa nelayan lainnya terpaksa bekerja serabutan demi mengisi dapur. Beberapa nelayan juga memanfaatkan waktu tidak melaut ini dengan memperbaiki perahu dan jaring yang rusak.