Garuda “Pensiunkan” Boeing 737-400 dan 737-300

PT Garuda Indonesia berencana menghentikan operasional pesawat klasik secara bertahap hingga 2012. Yakni jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-300. Selanjutnya Pesawat pengganti, Boeing 737-800 next generation, akan tiba pada 2012.

“Pesawat tersebut rencananya akan dikembalikan ke pihak lessor dan menjual pesawat klasik yang masih kami miliki,” kata Direktur Operasional PT Garuda Indonesia Ari Sapari dalam acara dengar pendapat dengan Komisi V DRP RI, Selasa (18/01).

Ari mengatakan, peremajaan pesawat sebagai salah satu persiapan untuk menjadi maskapai penerbangan berbintang lima. Saat ini, Garuda masih berbintang empat bersama dengan 26 maskapai lain di dunia. "Kami menargetkan bisa menjadi maskapai bintang lima di 2013".

Saat ini Garuda masih memiliki 21 unit pesawat klasik jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-300. Dari jumlah itu, 16 unit di antaranya merupakan pesawat sewa dari pihak lessor. Sedangkan sisanya pesawat milik Garuda Indonesia.

Menurut Ari, dari sisi usia, pesawat yang dimiliki Garuda sudah lebih baik. Pada 2009, rata-rata usia pesawat mencapai 10,2 tahun. Sedangkan pada awal 2010 dan awal 2011 ini, usia rata-rata pesawat Garuda mencapai 8,8 tahun. Hingga 2015 nanti, pesawat Garuda diperkirakan tidak akan lebih tua dari pesawat kompetitor di negara lain.

Ari menambahkan, rencana penghentian operasional pesawat itu masih terkendala sarana dan prasarana bandara yang ada di Indonesia. Karena masih banyak bandara yang belum memiliki landasan pacu yang bisa dipakai untuk pesawat jenis Boeing 737-800 next generation.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, dana hasil proses IPO Februari nanti yang diperkirakan mencapai Rp6,97 triliun-Rp10,23 triliun akan digunakan untuk ekspansi. "Dana IPO ini salah satunya akan kami gunakan untuk peremajaan pesawat".

Saat ini, Garuda mengoperasikan sebanyak 84 pesawat. Sementara pada 2015, mereka menargetkan jumlah pesawat yang dimiliki sudah mencapai 155 pesawat. Garuda menargetkan bisa memiliki 30 pesawat berbadan lebar, 121 pesawat berbadan sempit, dan 4 pesawat kargo.