Film “Pesan Dari Samudera”, Ajak Masyarakat Siaga Bencana

Indonesia adalah negara multi bencana. Setidaknya ada 13 jenis bencana yang datangnya silih berganti dan bisa terjadi kapan saja di Indonesia. Ada lebih 200 juta jiwa penduduk Indonesia yang rawan terpapar multi bencana ini. Bahkan, 5 juta jiwa diantaranya tinggal di daerah rawan tsunami.

Pada kenyataannya, banyak penduduk yang belum siap menghadapi bencana. Sosialisasi bencana menjadi sangat penting. Dengan luasnya wilayah geografis Indonesia, maka kesiapsiagaan dan mitigasi bencana adalah kunci dalam menghadapi bencana.

Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama PMI, AIFDR dan ARC bekerjasama membuat film TV (FTV). Film berjudul "Pesan Dari Samudera” ini, brisikan pesan kesiapsiagaan bencana gempabumi dan tsunami. Film ini sekaligus memperingati 9 tahun bencana tsunami Aceh. “Film merupakan media efektif dalam sosialisasi bencana,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (28/09).

Diterangkan Sutopo, FTV ini diproduksi Miles Films dengan Mira Lesmana sebagai produser dan Riri Reza sebagai sutradara. Film disusun dengan gaya drama modern dan bercerita tentang pertemuan keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Flores Timur NTT. Mereka terpisah akibat bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah tersebut.

Isi cerita juga menampilkan kearifan lokal di masyarakat dalam merespon tsunami. Selanjutnya dengan kearifan lokal mereka merespon saat ada bencana. Saat bencana apa yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri ketika bantuan belum datang. “Nanti akan ditampilkan bagaimana kearifan lokal merespon bencana yang datang,” terang Sutopo.

Sejumlah aktor dan aktris yang terlibat dalam film siaga bencana ini antara lain, Putri Ayudya, Lukman Sardi, Bintang Panglima, Andi Bersama, Jajang C. Noer, dan sejmlah aktor lokal.

Pembuatan “Pesan dari Samudera” ini dipersiapkan dengan matang. Miles Films bahkan menghabiskan waktu hampir setahun untuk keperluan riset. Proses shooting akan dimulai 30 September hinga 22 Oktober. Film ini nantinya berdurasi 86 menit dan rencananya akan ditayangkan perdana pada 26 Desember 2012 mendatang di TV Nasional pada prime time.

Penayangan ini, sekaligus memperingati 9 tahun peristiwa tsunami yang meluluhlantakkan provinsi Aceh. Setelah tayang di Indonesia, rencananya FTV ini juga akan disebarluaskan ke 180 negara melalui jaringan PMI. Disamping itu, BNPB akan mendistribusikannya dan kepada BPBD untuk disosialisasikan ke seluruh Indonesia.