Cak Imin: Kunci Kemenangan Jokowi Ada di Kita, PKB

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, optimis dirinya akan menjadi Cawapres mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Ia percaya, kunci kemenangan Jokowi pada Pilpres adalah PKB.

"Kunci kemenangan Pak Jokowi memang ada di kita, di PKB. Kalau PKB yang genjot, menang dia," ujar Muhaimin usai berziarah ke makam mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/03).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan, indikatornya adalah pemilihan presiden 2014 lalu. Cak Imin mengklaim, saat itu PKB menyumbang 11 juta suara untuk Jokowi-Jusuf Kalla.

Cak Imin mengatakan, situasi tersebut masih relevan dengan menjelang Pilpres 2019 mendatang. “Apalagi secara kuantitatif saja, jumlah pemilih yang warga NU yang belum memilih, dengan saya bersama beliau (Jokowi) kan otomatis pada ikut memilih," ujar Cak Imin yakin.

Cak Imin mengaku telah bertemu dengan Jokowi dua hari yang lalu. Selain soal masalah pemerintahan, Cak Imin mengklaim, diajak Jokowi berbicara masalah Pilpres 2019.

Dari pertemuan itu, ia sangat yakin Jokowi memilihnya menjadi calon wakil presiden. “Terus kesimpulannya, saya sangat optimis. Insya Allah," kata dia.

Cak Imin mengaku, memiliki chemistry positif dengan sosok Jokowi. Meski demikian, sesuatu masih bisa berubah hingga tanggal pendaftaran pasangan capres cawapres di KPU, Agustus 2018 mendatang.

“Kita berharap masih berlanjut. Lihat chemistry-nya sih berlanjut. Tapi kan takdir belum tahu. Yang namanya tanggal 4 Agustus pendaftaran itu takdir yang menentukan. Tapi kalau chemistry, gayanya, baju merah saya, sih cocok," ujar Cak Imin.

Saat berziarah di makam mendiang Taufiq Kiemas, Cak Imin sempat mengucapkan minta izin menjadi cawapres Jokowi di depan nisan mantan Ketua MPR tersebut.

Meski ziarahnya dalam rangka jelang pelantikannya sebagai Wakil Ketua MPR, ia juga memuji kiprah Taufiq sebagai politisi. Bahkan di kesempatan yang sama, Muhaimin bilang bahwa Taufiq dan Megawati sudah dikenalnya sejak lama dan telah dianggap seperti keluarga. "Pak Taufiq ini guru sekaligus Ibu Mega orang tua saya," ujarnya.