BPS: Inflasi Desember 2016 Terendah Sejak 2010

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2016, mencatatkan inflasi sebesar 0,42 persen. Sehingga, inflasi tahun kalender dan inflasi secara year on year masing-masing sebesar 3,02 persen.

“Ini inflasi terendah sejak tahun 2010, secara tahun ke tahun,” ungkap Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (03/01).

Berdasarkan catatan otoritas statistik, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen, 78 kota mengalami inflasi, empat kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi berada di kota Lhoksumawe, dengan persentase 2,25 persen. Sedangkan inflasi terendah, terjadi di Padangsidimpuan dan Tembilahan dengan persentase 0,02 persen.

“Sedangkan deflasi tertinggi, berada di kota Manado sebesar minus 1,52 persen,” ujar Suharyanto.

Suharyanto menjelaskan, pendorong inflasi di akhir tahun disebabkan dari kenaikan tarif angkutan umum, jelang perayaan hari besar pada akhir tahun dan musim liburan. Tarif angkutan umum memberikan andil 0,11 persen.

Sementara itu, dari sisi harga makanan, Kecuk mengatakan, beberapa harga komoditas di akhir tahun bergerak jauh lebih stabil. Secara garis besar, sepanjang 2016 ini laju inflasi jauh lebih terkendali dibandingkan inflasi 2015 lalu yang sebesar 3,35 persen.

“Sepanjang tahun ini, inflasi relatif terkendali,” pungkas Suharyanto.