Bebas Bersyarat Ayin, Siapa Tanggung Jawab

Artalyta Suryani alias Ayin bisa jadi sedang harap-harap cemas. Kepastian bahwa, hari ini, Rabu (26/01) adalah hari terakhirnya di penjara masih belum jelas. Pejabat di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM sepertinya ‘ogah-ogahan’ mengambil tanggung jawab keputusan bebas bersyaratnya.

Sebelumnya, Dirjen Pemasyarakatan mengemukakan bahwa wanita yang menjadi terpidana setelah tertangkap tangan menyuap Jaksa Tri Urip Gunawan itu akan dibebaskan bersyarat Kamis (26/01) besok. Anehnya, surat keputusan tentang itu masih tak jelas rimbanya ada dimana.

Dampaknya, kepastian Ayin menghirup udara segar besok, masih mengambang. Pasalnya, sampai hari ini, Surat Keputusan (SK) tentang pembebasan bersyarat tersebut belum diterima oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang.

Kalapas Wanita Tangerang, Ety Nurbaiti, mengaku hingga saat ini, SK tersebut belum sampai ke tangannya. Dengan begitu, dia belum bisa memastikan jadi atau tidaknya Ayin bebas bersyarat.

Lazimnya, kata Ety, apabila seorang narapidana mendapatkan pembebasan bersyarat, pihaknya akan mendapatkan SK dari Dirjen Pemasyarakatan tentang waktu pembebasan bersyarat tersebut, dua atau tiga minggu sebelumnya.

Dilingkungan pejabat Kemenkumham sendiri saling lempar tanggung jawab. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyatakan, pembebasan bersyarat Ayin sepenuhnya tergantung pada Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiono.

Lucunya lagi, Untung justru berkata sebaliknya. Sebagai anak buah, keputusan pembebasan bersyarat Ayin ada di tangan menteri. “Saya kan tinggal melaksanakan," kata Untung di sela-sela rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/01).

Untung menjelaskan SK pembebasan bersyarat Ayin kelak ditandatangani olehnya. "Kalau belum (ada persetujuan), ya nunggu. Kalau saya nanti buat SK. Saya sudah beri pertimbangan ke beliau. Beliau oke, saya tanda tangan. Saya hanya bikin SK, saya tetap tunggu persetujuan beliau," katanya.

Untung mengaku sudah menyerahkan pertimbangan kepada Menkumham sekitar dua atau tiga hari lalu. Dia menduga, Patrialis belum sempat membacanya. Sementara Patrialis mengatakan, masalah SK tersebut akan dibahas. "Nanti kita bahas hari ini," kata Patrialis.

Patrialis mengaku belum mendengar atau membaca poin pertimbangan yang dimaksud Untung. "Kita harus bicarakan dengan Dirjen PAS. Saya dengar sudah diajukan, tapi karena pekerjaan saya ini numpuk-numpuk, saya belum sempat mempelajari itu," katanya.

Ayin sebelumnya divonis 5 tahun oleh Pengadilan Tipikor karena meemberi suap kepada Jaksa Urip Tri Gunawan. Namun oleh MA, hukuman itu dipotong enam bulan. Saat ditahan di rutan Pondok Bambu, Ayin sempat membikin heboh gara-gara ketahuan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum mengubah sel-nya menjadi sebuah kamar mewah. Ia pun langsung dipindahkan ke Lapas Wanita Tangerang.