Ansor Besar, Diperebutkan Sejumlah Kekuatan Politik

GP Ansor termasuk organisasi besar dan memiliki pengaruh terhadap peta politik nasional. Karena itu, apa pun hasilnya, Kongres XIV, akan memengaruhi perubahan politik nasional. Jadi, masuk akal kalau sejumlah kekuatan politik bermain di dalamnya untuk merebut posisi puncak.

Munawar Fuad, salah satu kandidat Ketua Umum GP Ansor 2011-2016, mengemukakan hal itu, di sela Kongres, di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Jumat (14/01).

Munawar menanggapi beredarnya SMS gelap, sebagai bagian dari kampanye hitam, dalam Kongres Ansor yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (13/01) itu.

Sebelumnya, beredar SMS yang mengatasnamakan Tim Sukses Khatibul Umam Wiranu, yang juga anggota Fraksi Demokrat DPR. Pesan pendek itu berbunyi: "Sahabat-sahabat Ansor, kami sangat prihatin dengan adanya intervensi pihak luar terhadap Kongres Ansor. Seorang pengusaha berinisial ARB telah menggelontorkan Rp100 miliar untuk menggolkan NW sebagai Ketum GP Ansor, agar Ansor bisa ditarik ke ranah politik."

Beragam reaksi bermunculan. Semua itu menunjukkan posisi penting GP Ansor seperti dilihat Munawar Fuad itu. Menurut Munawar, Ansor memegang pengaruh dalam kondisi politik, sosial dan keagamaan di Indonesia. Dengan kondisi itu, kata dia, dibeli Rp100 miliar, Rp200 miliar bahkan Rp1 triliun pun Anshor sangat murah.

Dengan munculnya SMS bernada kampanye saling menjelekkan itu, jelas terlihat Kongres Ansor telah disusupi kepentingan tertentu, yang malah menghambat Ansor bekerja sesuai fungsinya. Munawar menyebutkan, Ansor dimasuki virus yang intinya akan melakukan demoraliasi terhadap Ansor.