Anomali Cuaca Pemicu Hujan Malam Hari di Jabodetabek

Cuaca di wilayah Jabodetabek, sedikit berbeda dalam beberapa hari ini terakhir ini. Terjadi hujan pada tengah malam hingga dini hari yang juga diiringi guntur yang bersahut-sahutan. Walau hujan tidak terlalu lebat, namun hujan cukup merata hampir mengguyur seluruh Jabodetabek.

Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hariadi menerangkan, fenomena cuaca ini terjadi akibat adanya tekanan rendah sekitar 1008 mb di selatan Lampung yang bergerak kearah selatan Jawa. “Beruntung hujan dalam beberapa hari ini sudah diakhir Mei. Andai hujan ini turun di bulan Januari atau Februari, bukan tidak mungkin Jakarta banjir lagi,” ujar Hariadi melalui rilis kepada politikindonesia.com, Jumat (31/05).

Hariadi menjelaskan, ada penyimpangan pola angin akibat adanya tekanan rendah sekitar 1008 mb di selatan Lampung yang bergerak ke selatan Jawa dimana angin yang seharusnya sudah bertiup dari timur berubah arah menjadi baratan lagi. Berubahnya pola angin menjadi baratan inilah yang menyebabkan adanya peningkatan labilitas udara di sebagian besar Jawa dan Sumatera bagian selatan. “Inilah yang memicu turunnya hujan lebat pada malam hari hingga menjelang pagi,”.

BMKG memprediksi, anomali menghangatnya suhu muka laut (+0,5 – 1 derajat Celcius) di Samudra Hindia dan perairan Indonesia, diprediksi masih akan terus berlangsung hingga 2 atau 3 bulan ke depan.

BMKG juga memprediksi anomali ini akan berpengaruh juga terhadap musim kemarau tahun ini, musim yang seharusnya kurang hujan, di awal musim kemarau potensi hujan masih akan tinggi.

Dikatakan Hariadi, untuk sepekan ke depan, hujan lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Jawa, potensi terbesar berada di Jawa bagian selatan dan Timur. “Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek, potensi turunnya curah hujan masih cukup tinggi hingga 3 hari ke depan. Sedangkan pada hari berikutnya, hujan yang terjadi cenderung dalam skala lokal,” tandas Hariadi.