Ahli Nano Material Rusia Tertarik Join Riset Gunung Padang

Viktor Larsin, seorang ahli nano material asal Rusia menawarkan diri untuk membantu joint riset Gunung Padang. Pejabat senior di Irkut Coorporation, perusahaan holding pembuat mesin pesawat Sukhoi itu mengaku terus mengikuti perkembang riset Gunung Padang yang kini melibatkan TNI.

Kabar itu disampaikan oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dalam perbincangannya dengan politikindonesia.com, Jumat (05/09).

“Menurut Viktor, Irkut dan Sukhoi tertarik dengan riset Gunung Padang, dan terus mengikuti melalui pemberitaan. Sukhoi, selanjutnya masih menawarkan kerja sama riset, dengan memberi dukungan peralatan pengindraan paling mutakhir yangg dibuat oleh Irkut dan Sukhoi,” ujar inisator Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) itu.

Andi mengatakan, kabar itu didapatnya dari Asisten Staf Khusus Presiden Ir Yanno Nonohitui, yang dihubungi Viktor.

Selain menyampaikan selamat atas kemajuan riset Gunung Padang, hingga proses eskavasi, Viktor mengaku terus mengikuti perkembangan riset, termasuk dilibatkannya TNI.

Andi mengatakan, Viktor dan Elena Balakini, perwakilan Sukhoi Asia Tenggara, serta CEO Sukhoi, Igor Ozar dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada 3-6 November 2014 mendatang. Mereka ingin berdiskusi dengan tim peneliti Gunung Padang.

“Permintaan berdiskusi ini tentu TTRM menerima. Sedangkan join riset untuk tahap sekarang belum diperlukan karena sejauh ini masih bisa ditangani para ahli dan peneliti kita.”

Andi mengatakan, hal itu sesuai pesan dan amanat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat paparan tahun 2011 dan saat berkunjung ke Gunung Padang. “Juga sikap ini pernah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh,” ujar Andi.

Andi menambahkan, selain soal struktur yang fenomenal, pihak Sukhoi secara spesifik tertarik mendalami anomali elektromagnetik di bawah permukaan Gunung Padang. “Mereka berhipotesa itu hal yang luar biasa. Pihak Sukhoi memahami dan menghormati sikap TTRM, namun setiap saat mereka terbuka jika dibutuhkan bantuannya,” jelas Andi.

Dikatakan Andi lebih jauh, apa yang dilakukan Rusia ini juga sebelumnya ditawarkan beberapa negara lain yang berkeinginan besar melakukan join riset seperti Jepang, Israel, Jerman, Amerika Serikat, Peru, Meksiko, India, Tiongkok, dan beberapa negara lainnya dengan puluhan scientist lainnya yang menghubungi juga bermaksud sama. “Mereka memahami sikap kita, sambil berharap pada saatnya bisa joint riset di Gunung Padang,” tandas Andi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketika peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Viktor Larshin sempat menanyakan kepada salah satu pengurus IATA Indonesia tentang kebenaran temuan Riset di Gunung Padang.

Pada tahun 2013 lalu, Kepada asisten Staf Khusus Presiden Ir.Yanno Nunuhitu, ia telah mengirim email. Isinya, ia berkeinginan kuat untuk datang ke Gunung Padang. Viktor Larshin bukan orang asing pertama yang menyatakan tertarik dengan riset Tim Terpadu.