Agar Ritel Konvesional Tetap Eksis di Era Digital

Industri ritel konvensional banyak yang terguncang dengan hadirnya sejumlah e-commerce. Tak sedikit yang gulung tikar dan memilih memasarkan produk secara online. Salah satu pelaku e-commerce, Gogobli yaitu situs belanja online yang khusus menjual produk kesehatan dan kecantikan mengajak toko ritel konvensional bergabung agar tetap eksis di era digital.

Chief Operating Office Gogobli, Joe Hansen mengatakan, kolaborasi yang diciptakan untuk pebisnis ritel offline bertujuan mendorong performa bisnis tetap bisa berjalan. Apalagi saat ini berbagai inovasi toko online kian meningkat. Makanya, di era distrupsi digital seperti ini peralihan bisnis harus cepat dilakukan karena kompetisi yang begitu ketat, ibaratnya change or die.

“Inilah yang kami dorong agar mereka memanfaatkan teknologi digital pada platform kami. Karena kami sebagai salah satu pelaku e-commerce mengajak toko offline bergabung untuk memasarkan produk kecantikan dan kesehatan. Cara ini menawarkan jalur distribusi yang lebih pendek, sebab para pelaku ritel offline akan memperoleh barang langsung dari pabrik dengan harga yang bersahabat,” katanya kepada politikindonesia.com, di Jakarta, Rabu (18/04).

Menurutnya, salah satu yang membuat toko ritel offline banyak yang berguguran karena jalur distribusi yang cukup panjang dan memakan biaya logistik yang besar. Sehingga pihaknya melakukan kerja sama dengan toko mitra melalui aplikasi atau website. Bahkan, untuk meningkatkan keuntungan, pihaknya juga melengkapi deretan produk yang belum dijual dipasaran. Ini dilakukan untuk meningkatkan keuntungan toko offline.

“Toko offline hanya perlu mendownload aplikasi kami, kemudian melakukan pemesanan barang. Cara ini cukup mudah dan pelaku retail offline dapat melakukan pemesanan barang kapanpun dan dimanapun. Untuk memanjakan para mitra, kami menghadirkan produk promo murah setiap hari dengan potongan Rp100.000 untuk transaksi pertama. Gratis ongkos kirim dan cashback,” ujarnya.

Dijelaskan, karena hingga saat ini pihaknya tetap memberikan prioritas bagi pelaku ritel offline untuk mendapatkan kemudahan barang. Jadi tidak perlu melalui jalur distribusi yang selama ini cukup panjang yaitu dari pabrik, distributor, dari situ ke subdistributor (grosir), baru ke toko ritell. Ini panjang dan bertele-tele.

“Oleh sebab itu kami terus mengajak toko-toko untuk bertransformasi online agar tetap bisa berkompetisi di era digital ini. Kemitraan yang dibangun melalui suplai produk dengan distribusi yang ringkas dan mendorong adanya sinergi serta kolaborasi antara e-commerce dan toko retail offline. Di sini, kami hanya menyederhanakan rantai distribusi,” ucapnya.

Diakuinya, hingga saat ini pihaknya telah memiliki toko ritell offline sebanyak 20.000 toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, pihaknya juga menggaet lebih dari 500 brand principal ternama untuk bekerja sama memberikan pelayanan terbaik kepada toko retail offline.

“Toko online kami hanya khusus di bidang kesehatan dan kecantikan. Namun kami masih konsentrasi di Pulau Jawa mulai dari Jabodetabek, Banten, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Pada tahun 2018 ini, kami berencana akan menyasar ke Pulau Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Sedangkan, tahun berikutnya ke Pulau Nusa Tenggara, Maluku hingga ke Papua,” paparnya.