• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
VIDEO


2010-09-09 14:21:40

Paparan Peta Hazard Kegempaan Indonesia (Part 2)

Politikindonesia - Indonesia kini memiliki peta gempa paling mutakhir. Tim nasional peta gempa Indonesia yang beranggotakan sembilan pakar gempa seluruh Indonesia atau sering disebut sebagai Tim Sembilan, akhirnya mengakhiri pekerjaan berat menyusun peta gempa Indonesia terbaru. Peta tersebut akan dipaparkan di Istana Presiden, Jumat (16/07).

Siang,  selepas sholat  Jumat, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief mengundang tim yang dipimpin Prof. Masyhur Irsyam (ITB) untuk mempresentasikan petanya tersebut di Istana Presiden, Binagraha.

Sebelumnya, pada 1 Juli yang lalu, peta gempa yang diberi nama Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) Map tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Penandatanganan ini sekaligus menjadikan peta tersebut telah resmi berlaku.

“Peta akan dipresentasikan dihadapan petinggi kementerian dan lembaga pemerintah, sipil dan militer, yang terkait dengan penanganan kebencanaan. Pejabat-pejabat yang akan hadir, antara lain Menteri PU Djoko Kirmanto, Pimpinan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), UKP4, TNI Angkatan Darat, BMKG, Bappenas, dan LIPI,” ujar Erick Ridzky, Ketua Panitia Presentasi Peta Gempa Terbaru Indonesia yang juga asisten SKP BSB kepada politikindonesia.com.

Lebih jauh diterangkan Erick, penyusunan peta gempa tersebut dilandaskan pada catatan tentang peristiwa gempa di berbagai wilayah Indonesia, yang disebabkan oleh sumber-sumber gempa tertentu. Menariknya, peta ini memuat pula informasi detail mengenai sesar aktif yang bersemayam di bawah bumi berbagai wilayah Indonesia.

“Tim Sembilan telah memetakan sesar di Sumatera dengan baik. Khusus mengenai sesar di Jawa, tim juga memberikan informasi yang cukup mengenai sesar Cimandi, sesar Lembang, Sesar Opak, Sesar Lasem dan Pati,” terang Erick.

Meski memuat data mutakhir, Tim Sembilan menganggap masih ada sedikit kekurangan dalam peta tersebut. Antara lain, masih sedikitnya sesar aktif yang bisa diidentifikasi laju gesernya secara geologis dan geodetis. Demikian pula dengan periode ulang gempa dan maksimum magnitudenya. Selain itu, kemungkinan adanya sesar aktif yang berlokasi dekat dengan Jakarta atau Surabaya, masih belum bisa diidentifikasi dengan baik.

Namun demikian, dibandingkan peta gempa terakhir yang disusun tahun 2002, peta gempa teranyar ini jauh lebih kaya informasi.

“Peta ini hanyalah awal untuk meminimalisasi kemungkinan gempa. Kita sepakat untuk terus melakukan pemetaan sistematis terhadap sumber-sumber gempa,dan updating peta gempa secara berkala, seperti yang dilakukan hampir setiap tahun oleh negara-negara rawan gempa seperti Jepang,” lanjut Erick.
(aan/yk)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...


Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved