2010-07-30 14:24:13Hari Ini, Kepak Sayap Putri Prajurit Diluncurkan
Politikindonesia -
Khasanah dunia perbukuan di Indonesia, dari hari ke hari terus berkembang. Terutama buku yang menyangkut catatan pribadi tentang pengalaman menapaki kehidupan dari seorang tokoh. Buku semacam ini, memang sudah cukup banyak. Mulai dari kalangan pengusaha, intelektual, tokoh politik, hingga kalangan selebritis.
Tapi buku yang satu ini tentu istimewa. Buku bertajuk: Kepak Sayap Putri Prajurit, dari judulnya saja bisa diduga, bahwa penulisnya dipastikan putri dari seorang tentara.
Dari kehadirannyapun, juga istimewa. Tidak seperti biasanya ketika sebuah buku akan diluncurkan-- seperti yang dilakukan penulis atau penerbit ketika akan meluncurkan sebuah buku. Dimana sebelum hari peluncuran, media massa dipenuhi oleh resensi-resensi dan komentar tentang buku yang akan diluncurkan. Nah, informasi tentang buku ini, masih tertutup rapat ditangan penulisnya.
Namun, buku yang akan diluncurkan pada Jum’at, 30 Juli 2010 pukul 19.30 WIB di Grand Ballroom Hotel Dharmawangsa ini, diyakini banyak memiliki ke istimewaan.
Informasi yang diperoleh tentang kehadiran buku ini, hanya diakses dari sebuah undangan berwarna cream yang dinominasi warna coklat. Itupun, diperoleh tanpa sengaja ketika wartawan politikindonesia.com mewawancarai seorang narasumber di kantornya.
Diyakini, banyak sekali pengalaman dan pandangan berharga yang bisa dipetik dari buku Kepak Sayap Putri Prajurit. Apalagi penulisnya juga istimewa.
Siapa sang penulis? Adalah perempuan kelahiran Yogyakarta 6 Juli 1952 yang merupakan anak ketiga dari tujuh bersuadara pasangan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Ny. Hajjah Sunarti Sri Hadiyah. Selain itu, suami sang penulis juga seorang prajurit TNI yang juga menyandang pangkat jenderal, seperti sang ayah. Dialah Hajjah Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ani Yudhoyono.
Ani Yudhoyono yang sudah dua periode menjadi Ibu Negara Indonesia dalam proses demokrasi pemilihan presiden secara langsung ini, menulis tentang pengalamannya sebagai PUTRI seorang prajurit. Bukan dari sisi ISTRI seorang prajurit.
Seperti apa penuturan pengalaman Any Yudhoyono dalam Kepak Sayap Putri Prajurit? Tentu kita perlu sedikit bersabar menanti hingga acara peluncuran buku ini dilakukan.
Yang pasti, penulis buku ini, Ani Yudhoyono pernah menjadi salah seorang pembicara penting di forum NESCO Regional Conferences In Support of Global Literacy, di Beijing, China pada 31 Juli 2007. Juga peraih penghargaan dari The United Nations Environment Program (UNEP) berupa Certificate of Global Leadership dan penerima Global Leadership Award dari UNEP. Dan di tengah kesibukannya sebagai Ibu Negara, Ani masih meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat Indonesia, melalui buku ini. Tentu saja, karya ini akan bermanfaat bagi kita.
(Try Tama)
Khasanah dunia perbukuan di Indonesia, dari hari ke hari terus berkembang. Terutama buku yang menyangkut catatan pribadi tentang pengalaman menapaki kehidupan dari seorang tokoh. Buku semacam ini, memang sudah cukup banyak. Mulai dari kalangan pengusaha, intelektual, tokoh politik, hingga kalangan selebritis.Tapi buku yang satu ini tentu istimewa. Buku bertajuk: Kepak Sayap Putri Prajurit, dari judulnya saja bisa diduga, bahwa penulisnya dipastikan putri dari seorang tentara.
Dari kehadirannyapun, juga istimewa. Tidak seperti biasanya ketika sebuah buku akan diluncurkan-- seperti yang dilakukan penulis atau penerbit ketika akan meluncurkan sebuah buku. Dimana sebelum hari peluncuran, media massa dipenuhi oleh resensi-resensi dan komentar tentang buku yang akan diluncurkan. Nah, informasi tentang buku ini, masih tertutup rapat ditangan penulisnya.
Namun, buku yang akan diluncurkan pada Jum’at, 30 Juli 2010 pukul 19.30 WIB di Grand Ballroom Hotel Dharmawangsa ini, diyakini banyak memiliki ke istimewaan.
Informasi yang diperoleh tentang kehadiran buku ini, hanya diakses dari sebuah undangan berwarna cream yang dinominasi warna coklat. Itupun, diperoleh tanpa sengaja ketika wartawan politikindonesia.com mewawancarai seorang narasumber di kantornya.
Diyakini, banyak sekali pengalaman dan pandangan berharga yang bisa dipetik dari buku Kepak Sayap Putri Prajurit. Apalagi penulisnya juga istimewa.
Siapa sang penulis? Adalah perempuan kelahiran Yogyakarta 6 Juli 1952 yang merupakan anak ketiga dari tujuh bersuadara pasangan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Ny. Hajjah Sunarti Sri Hadiyah. Selain itu, suami sang penulis juga seorang prajurit TNI yang juga menyandang pangkat jenderal, seperti sang ayah. Dialah Hajjah Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ani Yudhoyono.
Ani Yudhoyono yang sudah dua periode menjadi Ibu Negara Indonesia dalam proses demokrasi pemilihan presiden secara langsung ini, menulis tentang pengalamannya sebagai PUTRI seorang prajurit. Bukan dari sisi ISTRI seorang prajurit.
Seperti apa penuturan pengalaman Any Yudhoyono dalam Kepak Sayap Putri Prajurit? Tentu kita perlu sedikit bersabar menanti hingga acara peluncuran buku ini dilakukan.
Yang pasti, penulis buku ini, Ani Yudhoyono pernah menjadi salah seorang pembicara penting di forum NESCO Regional Conferences In Support of Global Literacy, di Beijing, China pada 31 Juli 2007. Juga peraih penghargaan dari The United Nations Environment Program (UNEP) berupa Certificate of Global Leadership dan penerima Global Leadership Award dari UNEP. Dan di tengah kesibukannya sebagai Ibu Negara, Ani masih meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat Indonesia, melalui buku ini. Tentu saja, karya ini akan bermanfaat bagi kita.



