
Satuan 81 Antiteror Kopassus (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-24 18:51:42 WIBAnggota Gultor Kopassus Gagalkan Upaya Perkosaan di Angkot
Politikindonesia - Seorang anggota TNI yang sedang cuti berhasil menyelamatkan seorang perempuan dari upaya perampokan dan perkosaan di sebuah angkutan perkotaan (angkot) di Jakarta. Tentara berpangkat sersan dua dari Satuan 81 antiteror Kopassus itu tak hanya menggagalkan kejahatan itu, ia juga berhasil meringkus salah seorang pelakunya.
Tentara tersebut bernama Nicolas Sandi, 24. Saat kejadian, Senin malam (23/07), sekitar pukul 23.00 WIB, ia tengah mengendarai kendaraannya berdampingan dengan sebuah mobil angkot di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Selatan. Secara tidak sengaja ia mendengar teriakan seorang perempuan dari mobil angkot tersebut.
Angkot C-01 bernomor polisi B 1106 VTX jurusan Cileduk-Senen itu, ditumpangi Is, 31. Perempuan itu baru saja pulang dari tempat kerjanya dan menumpang angkot tersebut untuk pulang ke rumahnya di Johar Baru, Jakarta Pusat.
Saat naik ke angkot, selain sopir yang belakangan diketahui bernama Ari Anggara, sudah ada 3 penumpang. Beberapa saat angkot melaju, tiba-tiba lampu dalam kabin padam. Bersamaan dengan itu, 3 penumpang angkot itu menyergap Is.
Salah seorang mencekik leher Is dan yang lain menggerayangi dan mencoba merebut tas miliknya. Is pun meronta dan berusaha berteriak. Teriakan itulah yang didengar Nicolas, yang tengah mengendarai motornya.
Nalurinya langsung curiga ada sesuatu yang janggal yang terjadi di angkot tersebut. Nicolas pun kemudian mengejar angkot tersebut. Sementara pelaku, mengetahui kendaraannya dikejar, berusaha melarikan diri.
Tetap dibuntuti, pelaku kemudian mendorong Is keluar dari angkot di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat dan kemudian mencoba melarikan diri.
Tapi, Nicolas tidak tinggal diam. Ia akhirnya berhasil mengejar dan membekuk salah seorang pelaku kejahatan tersebut beserta kendaraannya. Pelaku yang bernama Ari tersebut kemudian diserahkan ke polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara 3 pelaku lain kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Letnan Kolonel (Inf) Munir, pejabat Penerangan Kopassus, Selasa (24/07) membenarkan bahwa Nicolas Sandi adalah anggota Kopassus dari Satuan Penanggulangan Teror (Gultor). “Ya, benar ia anggota kami dari Satuan 81,” terang Munir.
Wakil Komandan Satuan 81 Kopassus Letkol (Inf) Taufiq Sobri juga membenarkan bahwa Serda Nicholas Sandi adalah anggotanya. “Yang bersangkutan sudah diizinkan cuti dan sedang mengurus surat-surat jalan ke Papua. Dia putra Papua dan mendapat cuti tahunan untuk menengok orangtuanya di sana," terang Taufiq.
Terhadap aksi heroik anggotanya membantu warga terhindar dari kejahatan yang fatal, Taufiq mengatakan, tentunya segala tindakan anggotanya akan dicatat dalam buku riwayat kariernya. “Kalau tindakan yang salah saja dicatat, tentunya yang baik pun akan dicatat. Sekecil apa pun," katanya.
(kap/rin/nis)



