• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITISIANA
Salah satu tahapan pengeboran Gunung Padang (ist)
Artikel Terkait:
  • Situs Megalitik Ditemukan Di Tepi Danau Sentani
  • Gunung Papandayan Selalu Dalam Pantauan PVMBG
2012-07-19 04:00:12 WIB

Pastikan Usia Situs Gunung Padang, Georadar Diperdalam

Politikindonesia - Tim Terpadu Riset Mandiri kembali mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang di Kampung Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Selasa (17/07) hingga Rabu (18/07), tim yang diinisiasi oleh Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana ini, ingin mendapatkan data tambahan dengan memperdalam penelitian georadar untuk mendapatkan kepastian usia bangunan yang terpendam di bawah situs itu.

Geolog LIPI, Danny Hilman Natawijaya yang memimpin tim penelitian itu mengungkapkan, tim sebenarnya telah memliiki data hasil georadar Gunung Padang yang dilakukan pada kedalaman 20 meter. Akan tetapi, data itu dianggap belum mencukupi.

“Karena kekurangan data, georadar kembali dilakukan dengan menambah kedalaman hingga 50 meter. Ini diperlukan untuk mencari lapisan di kedalaman situs," terang Danny kepada politikindonesia.com, Kamis (19/07).

Hasil georadar ini, sambung dia, akan akan akan didiskusikan lebih dalam dengan seluruh anggota Tim Terpadu Riset Mandiri. ”Pengeboran perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil carbon dating, sehingga usia situs bisa ditentukan," ujar pakar Geologi tersebut.

Danny bilang, penentuan usia situs diperlukan karena selama ini terdapat kesimpangsiuran masalah usia situs dan peradaban yang ada di sekitarnya. Jika kepastian usia ini bisa didapatkan, kesimpangsiuran tersebut bisa dinetralisir.

Danny menyebut, dari hasil carbon dating sebelumnya, dari teras 2 dengan kedalaman 5 meter terdapat material yang berusia 4.700 tahun Sebelum Masehi. Sedangkan dari teras 5 dengan kedalaman 8 meter ditemukan material berusia 10.300 tahun Sebelum Masehi.

Kata Danny, timnya masih memiliki sampel carbon dating untuk diteliti. Jika sebelumnya carbon dating diteliti di laboratorium Badan Atom Nasional (Batan), kali ini sampel akan dikirim  ke sebuah laboratorium di Miami, Amerika Serikat. “Ketepatan carbon dating di laboratorium Miami dijamin karena peralatannya super canggih.”

Akan tetapi, Danny menyebut   biaya jasa untuk menggunakan jasa laboratorium di Miami itu sangat mahal. Untuk satu sampel dari satu gram carbon dating harganya mencapai US$600 atau kira-kira Rp5,4 juta. “Padahal diperlukan 7-10 sampel untuk diteliti," tandasnya.
(kap/rin/nis)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...


Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved