• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITISIANA
Sidementasi purba di Sumbawa (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Misteri Kepergian Hartono Tanoe Ke Taiwan
  • Diprediksi, Tahun 2030 Jakarta Tenggelam
  • Dissenting Opinion Putusan MK Nomor 48/PUU-VIII/2010
  • Dinilai Gagal Pimpin DKI, Bang Foke Tak Terima
  • Diusir Dari Rapat, Kubu Hartati Nilai DPR Tak Adil
2012-07-11 09:37:34 WIB

Misteri Tambang Purba di Puncak Batu Hijau Sumbawa

Politikindonesia - Studi awal tentang jejak-jejak sedimentasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur yang dilakukan Tim Katastropik Purba beberapa waktu lalu, menemukan sejumlah keanehan sejarah dan ekstraksi bumi di wilayah tersebut. Kuat dugaan, jejak sendimentasi yang ditemukan di kawasan puncak batu hijau, Sumbawa, adalah bekas tambang purba di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun politikindonesia.com, penelitian awal Tim Katastropik Purba di Sumbawa, berupaya meneliti tentang kejadian tsunami pada masa lalu dengan mencari jejak-jejak sedimentasi di wilayah itu. Sejumlah daerah di wilayah selatan menjadi lokasi riset ini, diantara Benete, Maluk, Sekongkang, Nenga Memenga, Swis, Sejurong, Tongo, Senutuk, Labuhan, Brang Tatar, Yangse.

Sejauh ini,belum ada studi yang mengulas sejarah dan ekstraksi bumi di pantai selatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu. Disamping itu, tak ada satupun sumber tulisan yang lengkap mengulas tentang keanehan-keanehan sejarah  di daerah selatan tersebut. Melirik pada nama yang berbau oriental, Ma-Luk, Tse Kong Kang, Ta(r)tar, Yang Tse, muncul hipotesa awal, nama-nama itu mengindikasikan daerah pantai selatan Sumbawa itu pernah dijelajah oleh bangsa Mongol – China. Entahlah, mungkin tentara-tentara Jenghis Khan atau panglima-panglimanya. Tapi belum pernah ada yang meneliti secara mendalam tentang kemiripan tersebut.

Disamping itu, ada cerita terpendam sampai sekarang tentang bagaimana para eksplorasionis awal geologis-geologis Newmont menemukan bekas-bekas penambangan kuno di puncak Batuhijau. Sekarang puncak batu hijau itu sudah hilang karena ditambang dan menjadi lembah kerucut terbalik dengan kedalaman sampai 700 meter dari permukaan awal. Tak ubahnya, seperti di Grassberg Freeport di Timika.

Ceritanya, pada awal 90-an saat melakukan pemetaan, para geologis ini mendapati sebuah lapisan tipis berupa ‘arang’ yang ditutupi oleh endapan volkanik (tuff?) dan soil. Di zona lapisan memanjang tersebut, didapati banyak sekali keramik (pottery) dan juga Slag - sisa-sisa pembakaran bijih untuk pemurnian tembaga.

Para geologis curiga, fenomena itu adalah bekas penambangan kuno. Karena kecurigaan itu, mereka pun memanggil tim arkeologi dari Jakarta (Tim pemerintah). Kemudian, Tim tersebut melakukan ekskavasi dengan memakai bentangan benang-benang saling menyilang seperti umumnya standar penggalian arkeologi.

Kabar yang beredar saat ini, laporan tertulis Tim Arkeologi itu ada di Newmont, tapi mereka tidak tahu disimpan dimana sekarang, karena sejak  dulu proyek tersebut memang dirahasiakan.

Laporan tersebut menyimpulkan, benda-benda yang ditemukan di puncak gunung Batuhijau tersebut tidak mempunyai nilai sejarah. Atas rekomendasi itu, Newmont-pun meneruskan usaha awal eksplorasinya dengan feasibility study -- standar resmi penambangan umumnya --  sampai mereka menambang bukit Batuhijau itu menjadi kaldera seperti saat ini.

Dengan kondisi saat ini, hampir dipastikan lapisan pembawa bukti-bukti "man-made" yang diteliti Tim Arkeologi tersebut sudah hilang tertambang. Sebagian dari "artefak-artefak" yang dikumpulkan banyak dijadikan souvenir oleh tim eksplorasi Newmont, termasuk dibawa ke Denver, Amerika Serikat, ke kantor pusatnya.

Untuk menjawab teka-teki ini, Tim Katastropik Purba berharap geologis Indonesia yang sudah keluar dari Newmont masih menyimpan hasil riset tersebut, karena menurut analisis Tim Katastropik purba, sangat aneh kalau ada lapisan "arang" dengan banyak artefak yang ditutupi endapan gunung api lalu  dianggap tidak punya nilai sejarah.

Jika benar lapisan penguburnya adalah endapan tuffa gunung api, kemungkinan itu adalah endapan piroklastik letusan Tambora pada tahun 1815. Dengan demikian, kegiatan penambangan tembaga di daerah tersebut sydah terjadi sebelum 1815.

Apakah tentara Jenghis Khan yang melakukannya, ataukah ada peradaban lain? Sangat disayangkan sampai ada kesimpulan bahwa lapisan tersebut tidak punya nilai sejarah. Karena dengan dasar itulah maka sah-sah saja lapisan-lapisan itu dibongkar dalam rangka mengakses cadangan raksasa tembaga, emas, dan perak di bawahnya.

Disamping dua hal tersebut, Tim Katastropik Purba, juga menemukan suatu bentukan morfologi yang menarik di daerah pantai. Morfologi itu berbentuk sebuah gunung yang radial  tapi bagian sirkular tengahnya menunjukkan pola menurun ke tengah, seperti kaldera dangkal, seolah-olah seperti bentuk galian tambang porfiri yang sudah ditutup.

Peta geologi menunjukkan data yang tidak konsisten. Kemungkinan memang belum pernah didaki untuk diteliti. Seperti gunung api purba. Bahkan eksplorasionis Newmont-pun tertarik dengan fenomena tersebut, karena kalau memang ada mineralisasinya, berarti di dalam "gunung" tersebut kemungkinan juga akan didapatkan cadangan serupa seperti Batuhijau.

Atau mungkin sudah habis ditambang oleh peradapan terdahulu. Jenghis Khan? Orang-orang Purba?. Kabarnya, dalam tahun ini Pihak Newmont akan mulai meneliti morfologi tersebut karena masih  masuk dalam daerah konsesi.

Satu hal yang dapat disimpulkan, bekas-bekas penambangan kuno  tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan dan teknologi mineral dan metalurgi pada peradaban purba ternyata sudah  sangat maju. Entah  itu  jaman Raden Wijaya,  Jenghis Khan, atau bahkan mungkin pada masa yang jauh sebelum era itu?
(kap/rin/nis)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...


Bus Liman Makassar vs Daihatsu Taruna, 2 Tewas

Bus angkutan umum antardaerah, Liman, tabrakan dengan mobil Daihatsu Taruna DD 1444 H di Jalan Sorow...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved