
Danau Bedugul, Bali (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-04 09:33:51 WIBMatahari Jauhi Khatulistiwa, Suhu di Bali Lebih Dingin
Politikindonesia - Dalam beberapa hari terakhir, suhu di wilayah Bali menjadi lebih dingin dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh pergerakan Matahari yang menjauhi khatulistiwa. Saat ini matahari berada di sisi paling utara khatulistiwa dan diperkirakan akan kembali normal pada September mendatang.
Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Nyoman Gede Wiryajaya, kepada pers, Rabu (04/07).
Kata Wiryajaya, posisi Matahari berada paling jauh dari garis khatulistiwa terjadi pada 22 Juni 2012. Tapi saat ini posisinya sudah kembali mengarah mendekati garis itu. “Kami perkirakan kembalinya posisi puncak Matahari mendekati khatulistiwa terjadi sekitar September tahun ini," ujarnya.
Gelombang Tinggi
Posisi Matahari seperti itu tak saja membuat suhu udara jadi lebih dingin, tapi juga membuat kecepatan angin menjadi di atas normal. "Saat ini kecepatan angin dari arah tenggara berkisar antara 10-40 kilometer/jam," terang dia.
Sementara itu, Kepala BMKG Jembrana Wakodim di Negara, Rabu (04/07) menambahkan, gelombang air laut di perairan Pulau Dewata tergolong sangat tinggi terutama di bagian selatan, mencapai 4 meter. “Ini merupakan siklus angin timur yang terjadi setiap tahun, dimulai dari bulan Juni hingga September," ujar dia.
Menurut dia, puncak angin timur yang cukup kencang akan terjadi pada Agustus dan potensial menimbulkan gelombang tinggi di Selat Bali. Saat ombak besar terjadi di Selat Bali, pada Selasa (03/07) otoritas pelabuhan menutup sementara penyeberangan hingga Rabu (04/07) dini hari.
“Saat itu kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam. Normalnya kecepatan angin 20 kilometer per jam, dan besar kecilnya ombak dipengaruhi oleh angin," ujarnya.
Wakodim mengaku tidak tahu pasti apakah otoritas Pelabuhan Gilimanuk sudah mendapatkan informasi cuaca dari BMKG di Banyuwangi, Jawa Timur. "Kalau sudah dapat informasi cuaca dari BMKG Banyuwangi tidak masalah, tetapi kalau belum kami siap memberi data," tandasnya.
(kap/rin/nis) Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Nyoman Gede Wiryajaya, kepada pers, Rabu (04/07).
Kata Wiryajaya, posisi Matahari berada paling jauh dari garis khatulistiwa terjadi pada 22 Juni 2012. Tapi saat ini posisinya sudah kembali mengarah mendekati garis itu. “Kami perkirakan kembalinya posisi puncak Matahari mendekati khatulistiwa terjadi sekitar September tahun ini," ujarnya.
Gelombang Tinggi
Posisi Matahari seperti itu tak saja membuat suhu udara jadi lebih dingin, tapi juga membuat kecepatan angin menjadi di atas normal. "Saat ini kecepatan angin dari arah tenggara berkisar antara 10-40 kilometer/jam," terang dia.
Sementara itu, Kepala BMKG Jembrana Wakodim di Negara, Rabu (04/07) menambahkan, gelombang air laut di perairan Pulau Dewata tergolong sangat tinggi terutama di bagian selatan, mencapai 4 meter. “Ini merupakan siklus angin timur yang terjadi setiap tahun, dimulai dari bulan Juni hingga September," ujar dia.
Menurut dia, puncak angin timur yang cukup kencang akan terjadi pada Agustus dan potensial menimbulkan gelombang tinggi di Selat Bali. Saat ombak besar terjadi di Selat Bali, pada Selasa (03/07) otoritas pelabuhan menutup sementara penyeberangan hingga Rabu (04/07) dini hari.
“Saat itu kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam. Normalnya kecepatan angin 20 kilometer per jam, dan besar kecilnya ombak dipengaruhi oleh angin," ujarnya.
Wakodim mengaku tidak tahu pasti apakah otoritas Pelabuhan Gilimanuk sudah mendapatkan informasi cuaca dari BMKG di Banyuwangi, Jawa Timur. "Kalau sudah dapat informasi cuaca dari BMKG Banyuwangi tidak masalah, tetapi kalau belum kami siap memberi data," tandasnya.



