• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITISIANA
Rekonstruksi piramida di Gunung Padang (ist)
Artikel Terkait:
  • Pimpinan Parlemen Nobar Piala Dunia
  • Padang Perlu Perbanyak Jembatan Evakuasi
  • Gunung Papandayan Selalu Dalam Pantauan PVMBG
  • Riset Gunung Padang Temukan Alat Pemotong Dari Logam
2012-06-18 10:59:34 WIB

Puslit Arkenas Pimpin Tahap Akhir Riset Gunung Padang

Politikindonesia - Pusat Arkeologi Nasional akan berada di depan dalam tahap akhir penelitian pada situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Penelitian yang memasuki fase pengujian ini  akan menggunakan pendekatan multidisipliner.

Demikian disampaikan Erick Rizky, oleh Koordinator Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang dalam perbincangannya dengan politikindonesia.com, Senin sore (18/06). Keputusan itu, ujar dia merupakan hasil rapat koordinasi terakhir Tim Terpadu Riset Mandiri, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dengan Wakil menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti, Direktur Cagar Budaya serta Kepala Puslit Arkenas, hari ini di Kantor Wamendikbud, Jakarta.

Kata Erick, ada beberapa poin penting dalam pertemuan tersebut. “Bahwa Puslit Arkenas Kemendikbud berada didepan dalam tahap akhir penelitian Gunung Padang, dimana sudah memasuki fase pengujian (Test pit). Apa yang dilakukan oleh Tim Geologi, arkeologi, astronomi, kompleksitas, arsitektur, filologi  secara mandiri melakukan riset di gunung padang adalah wajar sebagai gambaran negara adidaya kebudayaan,” ujar Erick.

Erick yang juga asisten Staf Khusus Presiden bidang  Bantuan Sosial dan Bencana ini menjelaskan, semangat yang dibangun Kemendibud terhadap penelitian di Gunung Padang ini adalah totalitas. “Akan dicerminkan dalam metode dan keterlibatan penelitian, mengingat kehidupan itu adalah sebuah totalitas, tidak bisa didekati dengan satu disiplin ilmu semata, mesti banyak pendekatan atau multidisipliner.”

Lebih jauh ia menceritakan, dalam pertemuan tersebut juga disepakati, penelitian  ini merupakan salah satu tugas yang diamanalkan Undang-Undang, dimana eksplorasi harus terus dilakukan. “Tidak hanya untuk situs Gunung Padang namun juga situs-situs lain.”

Erick mengatakan, dalam rapat koordinasi tersebut, Wamendikbud menyampaikan bahwa Indonesia mendapat mandat dari dunia internasional untuk menjadi Pusat Kebencanaan dan Arkeologi. Penunjukan Indonesia ini, mengingat selain sebagai Ring Of Fire, Indonesia juga. merupakan Ring Of Culture. “Mandat tersebut disampaikan oleh Unesco pada Wamendikbud,” terang Erick.

Pertemuan itu juga menyepakati, Bupati, Muspida,  tokoh masyarakat dan tokoh budaya di Cianjur dan jawa Barat harus dilibatkan secara aktif. “Pada akhirnya, masyarakat sekitar Cianjur yang ada di garis depan terkait temuan penting ini,” tandas Erick.  
(kap/rin/nis)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Hutan Gunung Puntang, Rumah Baru Owa Jawa

Kawasan hutan lindung Malabar di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, a...


Tifatul: Fraksi PKS Selewengkan Instruksi Majelis Syuro

Tifatul Sembiring mengkritik sikap koleganya di Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perw...

NUSANTARA
Index >>

Ada 148 Titik Api, Suhu Udara di Riau Mulai Ekstreem

Sebanyak 148 titik panas (hotspot) sebagai indikasi terjadi kebakaran hutan dan lahan terdeteksi ber...


DIY Anggarkan Rp46 Miliar buat Pengentasan Kemiskinan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan dana Rp46 miliar untuk...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved