
Megalitikum di Papua (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-04-04 02:34:50 WIBSitus Megalitik Ditemukan di Tepi Danau Sentani
Politikindonesia - Sebuah situs peninggalan zaman megalitikum ditemukan di tepi Danau Sentani, di Kampung Ayapo Baru, Distrik Sentani Timur oleh Balai Arkeologi Kota Jayapura, Papua. Penemuan itu berupa lumpang batu yang berfungsi untuk kepentingan upacara religius.
Kepada pers, peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto, di Jayapura, Minggu (03/04), mengatakan dari hasil survei, terdapat empat lumpang batu di situs megalitik dengan formasi tiga buah lumpang batu mengitari sebuah lumpang sebagai pusatnya.
“Lumpang batu adalah sebongkah batu yang diberi lubang berbentuk lingkaran, dengan diameter lubang dan dalam rata-rata 15 cm," terang dia.
Hari menerangkan, pada masa prasejarah, kepercayaan terhadap kekuatan alam yang menguasai kehidupan sangat berpengaruh di Kampung Ayapo. Ini dibuktikan oleh adanya empat lumpang batu yang berfungsi untuk kepentingan upacara religi.
Kepercayaan megalitik, sambung dia, berkembang pada masa neolitik dengan ciri masyarakatnya hidup bercocok tanam. “Tradisi megalitik di Papua mendapat pengaruh dari Asia Tenggara dan Pasifik,” ujarnya.
Kekuatan yang dipancarkan oleh alam ataupun oleh arwah nenek moyang yang telah meninggal dunia, diharapkan diperoleh melalui benda megalitik, dan melalui lumpang batu ini pula arwah nenek moyang diharapkan akan memberikan kesejahteraan kepada mereka yang masih hidup.
Sementara setiap langkah penduduk dalam bercocok tanam maupun pencarian ikan di Danau Sentani, didahului oleh upacara-upacara yang mempergunakan lumpang batu tersebut.
Lebih jauh, Hari menyatakan, keberadaan situs megalitik di Kampung Ayapo Baru dapat dijadikan sebagai objek wisata dengan memperhatikan nilai arkeologi dan warisan budaya yang harus dilindungi dan diteruskan kepada generasi mendatang.
(kap/rin/nis)



