
Anton Bachrul Alam (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2011-02-02 12:51:33 WIBSidang Etik Dikritik Tertutup, Polri Siap Layar Raksasa
Politikindonesia - Kritik dari banyak kalangan atas kesan tertutup Polri dalam menyidang etik anggotanya yang terkait kasus mafia hukum Gayus Halomoan Tambunan, akhirnya di respon. Karena banyak menilai tertutup, Polri akan menyediakan layar raksasa yang akan menampilkan jalannya sidang.
Rencana itu dikemukakan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Pol. Anton Bachrul Alam kepada pers, di Jakarta, Rabu (02/02). Anton berjanji akan menyediakan layar raksasa agar para wartawan bisa menyiarkan jalannya sidang kepada masyarakat. "Pokoknya semua dibuka.”
Anton mengatakan, Divisi Humas Polri telah menyerahkan surat permohonan kepada Majelis Komisi Kode Etik dan Profesi Polri untuk disiarkannya persidangan itu. Sebab untuk meliput langsung harus mendapat restu dari majelis hakim. "Itu pun kita belum tahu dikasih atau tidak," ujar dia.
Sebelumnya, banyak kalangan mengritik Sidang Kode Etik dan Profesi Polri yang digelar secara tertutup. Timbul kecurigaan bahwa sidang yang berlangsung tertutup itu untuk merahasiakan oknum-oknum penting dalam kasus mafia hukum Gayus.
Terkait hal itu, Polri membantahnya. Anton mengatakan, sidang kode etik dan profesi yang berlangsung di Gedung Trans National Crime Centre Mabes Polri sama dengan sidang di pengadilan. Dia pun menegaskan, keterangan yang ada di sidang kode etik sama dengan keterangan di pengadilan. "Waktu sidang di pengadilan kan sudah dibuka, lebih jelas di sidang pengadilan. Di sini sama saja."
Dijelaskan lebih jauh, Polri konsisten menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun dalam sidang kode etik, tambah Anton, peraturannya cuma untuk internal polisi. "Kita terbuka, hanya peraturannya untuk sidang kode etik itu untuk internal. Tapi kita berniat menyampaikan ke masyarakat," tutur mantan Kapolda Jawa Timur ini
(nif/rin/ss)



