
Pong Harjatmo (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-07-31 05:34:46Aksi Pong, Berakhir dengan Permintaan Maaf
Politikindonesia - Aksi vandalisme Pong Harjatmo di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/07), berakhir dengan permintaan maaf. Aktor senior ini telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Ia pun siap mengganti kerugian yang ditimbulkan atas aksi corat-coretnya.
"Saya akan menyuruh orang untuk mengecat gedung yang saya corat-coret," kata Pong Harjatmo di pos pengamanan DPR, sebelum dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk diperiksa.
Asal tahu saja, menjelang salat Jumat, berbekal cat semprot Pong berlari, lalu memanjat gedung Kura-kura yang kerap dipakai Sidang Paripurna MPR. Di atap gedung berwarna hijau, dengan arsitektur berbentuk seperti kura-kura itu, Pong beraksi. Dengan cat semprot merah, ia menuliskan 'Jujur, Adil, Tegas.'
Belum lagi tuntas menuliskan kemarahannya, petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR meringkus Pong. Ia digelandang ke Ruang Pengamanan Gedung MPR/DPR/DPD itu, sebelum akhirnya dibawa Polsek Tanah Abang.
Karena itu, meski mengaku siap ditahan, sebagai resiko atas keisengannya, pihak kepolisian memaafkannya, asal tak mengulangi lagi perbuatannya. Menurut Petugas Polsek Tanah Abang, Iptu Suharyanto, yang ikut memeriksa aktor kawakan itu, polisi telah memaafkan aksi itu.
"Kami telah memaafkan aksi Pong, tapi jangan sampai diulang lagi. Kami tak menganggap aksi itu sebagai tindakan kriminal, tapi keisengan belaka," ujar Suharyanto.
Suharyanto sempat bercanda dengan mengatakan mungkin saja Pong sedang terganggu jiwanya, saat melakukan aksi corat-coret.
"Ya, mungkin saja terganggu kejiwaannya. Habis, waktu dimintai keterangan, jawabannya ngelantur."
Setelah itu, Polisi berharap, lain kali kalau Pong ingin menyampaikan aspirasinya, harus lewat cara yang wajar dan benar. Jangan lagi dengan aksi corat-coret yang merusak pemandangan, selain tak pantas dilakukan.
Pong telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Pong mengatakan aksi yang dilakukannya itu, inisiatif pribadi. Ia juga siap mengganti kerugian yang ditimbulkan atas aksi corat-coretnya. "Saya akan menyuruh orang untuk mengecat gedung yang saya corat-coret."
Jumat malamnya. Pong Harjatmo hadir dalam acara Obrolan Langsat, di Jalan Langsat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di acara diskusi ringan itu, ia mendapat kesempatan menyemprotkan cat di sebuah banner yang disediakan di lokasi acara. Tetapi, kali ini ia menulis, 'Cintai Bangsa Negerimu'.
Seorang blogger bernama Pungkas, membuatkan Pong sebuah akun twitter @maspongh. Tak lama setelah diluncurkan, sudah ada 606 orang pengikut. Tweet pertama dari Pong, "Ikuti terus Twitter @obsat. Dan mohon masukannya bahwa kita mau benahin negara dengan baik. Terima kasih."
Obrolan Langsat
Tetapi, apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan Pong dengan aksinya itu? Saat berbicara dalam Obrolan Langsat itu, ia menyatakan terus-terang ingin menyentil para anggota DPR dan pemerintah.
"Saya berbuat ini dampak dari bapak-bapak yang absennya bolong-bolong, belum santun. Jadi ini sentilan untuk mereka," ujar Pong.
Aksi corat-coret terpaksa diambilnya, karena sudah tak bisa menoleransi kondisi. Ia merasa para anggota DPR kehilangan kepedulian dan kepekaan dalam persoalan sosial kemasyarakatan. "Udah nggak ada manfaatnya lagi demo-demo, karena sudah tidak didengarkan. Salah satu caranya dengan ini," katanya.
Pong menambahkan, tidak menginjak-injak para penguasa. "Menurut saya pemimpin idealnya itu, jujur, adil, tegas. Kalau nggak punya itu, saya rasa nggak bisa jadi pemimpin."
Banyak kasus yang membuat Pong geram pada anggota dewan. Di antaranya, gaji anggota dewan besar, namun tukang bolos. Kasus Century gak jelas. Janda pahlawan diadili. Menurut dia itu sungguh keterlaluan. "kok kebangetan."
"Belum lagi ada gas meledak di rumah-rumah. Ini teroris-teroris kecil di rumah-rumah, kok nggak cepet ambil tindakan," tambah dia.
Bagi anggota Fraksi Golkar, sekaligus anggota Badan Kehormatan DPR, Nudirman Munir, aksi Pong sebagai hal yang wajar. "Sedang emosional saja."
Menurut penilaian Nudirman, meski cara Pong salah, namun pada hakekatnya Pong sangat memperhatikan nasib bangsa. "Ia mengingatkan anggota DPR agar mawas diri, dan agar bertindak tegas serta adil. Itu substansi yang hendak ia sampaikan."
Nudirman meminta, aksi Pong yang berawal dari kekecewaan dan kejengkelannya terhadap anggota DPR, itu hendaknya membuat para anggota dewan melakukan introspeksi.
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga meminta anggota DPR tak perlu geram dengan aksi Pong. "DPR tidak perlu marah dengan apa yang dilakukan Pak Pong."
Menurut Anas, para wakil rakyat sebaiknya melihat dari sisi lain aksi Pong. Anas menyarankan, sebaiknya para wakil rakyat melihat aksi itu dari sisi publik. Karena, apa yang dicoretkan Pong itu, peesan bagi wakil rakyat. "Yakni sebagai harapan publik agar dewan meningkatkan kinjera. Marah, tidak menolong apa-apa."
(mun/na) "Saya akan menyuruh orang untuk mengecat gedung yang saya corat-coret," kata Pong Harjatmo di pos pengamanan DPR, sebelum dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk diperiksa.
Asal tahu saja, menjelang salat Jumat, berbekal cat semprot Pong berlari, lalu memanjat gedung Kura-kura yang kerap dipakai Sidang Paripurna MPR. Di atap gedung berwarna hijau, dengan arsitektur berbentuk seperti kura-kura itu, Pong beraksi. Dengan cat semprot merah, ia menuliskan 'Jujur, Adil, Tegas.'
Belum lagi tuntas menuliskan kemarahannya, petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR meringkus Pong. Ia digelandang ke Ruang Pengamanan Gedung MPR/DPR/DPD itu, sebelum akhirnya dibawa Polsek Tanah Abang.
Karena itu, meski mengaku siap ditahan, sebagai resiko atas keisengannya, pihak kepolisian memaafkannya, asal tak mengulangi lagi perbuatannya. Menurut Petugas Polsek Tanah Abang, Iptu Suharyanto, yang ikut memeriksa aktor kawakan itu, polisi telah memaafkan aksi itu.
"Kami telah memaafkan aksi Pong, tapi jangan sampai diulang lagi. Kami tak menganggap aksi itu sebagai tindakan kriminal, tapi keisengan belaka," ujar Suharyanto.
Suharyanto sempat bercanda dengan mengatakan mungkin saja Pong sedang terganggu jiwanya, saat melakukan aksi corat-coret.
"Ya, mungkin saja terganggu kejiwaannya. Habis, waktu dimintai keterangan, jawabannya ngelantur."
Setelah itu, Polisi berharap, lain kali kalau Pong ingin menyampaikan aspirasinya, harus lewat cara yang wajar dan benar. Jangan lagi dengan aksi corat-coret yang merusak pemandangan, selain tak pantas dilakukan.
Pong telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Pong mengatakan aksi yang dilakukannya itu, inisiatif pribadi. Ia juga siap mengganti kerugian yang ditimbulkan atas aksi corat-coretnya. "Saya akan menyuruh orang untuk mengecat gedung yang saya corat-coret."
Jumat malamnya. Pong Harjatmo hadir dalam acara Obrolan Langsat, di Jalan Langsat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di acara diskusi ringan itu, ia mendapat kesempatan menyemprotkan cat di sebuah banner yang disediakan di lokasi acara. Tetapi, kali ini ia menulis, 'Cintai Bangsa Negerimu'.
Seorang blogger bernama Pungkas, membuatkan Pong sebuah akun twitter @maspongh. Tak lama setelah diluncurkan, sudah ada 606 orang pengikut. Tweet pertama dari Pong, "Ikuti terus Twitter @obsat. Dan mohon masukannya bahwa kita mau benahin negara dengan baik. Terima kasih."
Obrolan Langsat
Tetapi, apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan Pong dengan aksinya itu? Saat berbicara dalam Obrolan Langsat itu, ia menyatakan terus-terang ingin menyentil para anggota DPR dan pemerintah.
"Saya berbuat ini dampak dari bapak-bapak yang absennya bolong-bolong, belum santun. Jadi ini sentilan untuk mereka," ujar Pong.
Aksi corat-coret terpaksa diambilnya, karena sudah tak bisa menoleransi kondisi. Ia merasa para anggota DPR kehilangan kepedulian dan kepekaan dalam persoalan sosial kemasyarakatan. "Udah nggak ada manfaatnya lagi demo-demo, karena sudah tidak didengarkan. Salah satu caranya dengan ini," katanya.
Pong menambahkan, tidak menginjak-injak para penguasa. "Menurut saya pemimpin idealnya itu, jujur, adil, tegas. Kalau nggak punya itu, saya rasa nggak bisa jadi pemimpin."
Banyak kasus yang membuat Pong geram pada anggota dewan. Di antaranya, gaji anggota dewan besar, namun tukang bolos. Kasus Century gak jelas. Janda pahlawan diadili. Menurut dia itu sungguh keterlaluan. "kok kebangetan."
"Belum lagi ada gas meledak di rumah-rumah. Ini teroris-teroris kecil di rumah-rumah, kok nggak cepet ambil tindakan," tambah dia.
Bagi anggota Fraksi Golkar, sekaligus anggota Badan Kehormatan DPR, Nudirman Munir, aksi Pong sebagai hal yang wajar. "Sedang emosional saja."
Menurut penilaian Nudirman, meski cara Pong salah, namun pada hakekatnya Pong sangat memperhatikan nasib bangsa. "Ia mengingatkan anggota DPR agar mawas diri, dan agar bertindak tegas serta adil. Itu substansi yang hendak ia sampaikan."
Nudirman meminta, aksi Pong yang berawal dari kekecewaan dan kejengkelannya terhadap anggota DPR, itu hendaknya membuat para anggota dewan melakukan introspeksi.
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga meminta anggota DPR tak perlu geram dengan aksi Pong. "DPR tidak perlu marah dengan apa yang dilakukan Pak Pong."
Menurut Anas, para wakil rakyat sebaiknya melihat dari sisi lain aksi Pong. Anas menyarankan, sebaiknya para wakil rakyat melihat aksi itu dari sisi publik. Karena, apa yang dicoretkan Pong itu, peesan bagi wakil rakyat. "Yakni sebagai harapan publik agar dewan meningkatkan kinjera. Marah, tidak menolong apa-apa."



