• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
Search
Politik
Bookmark and Share
Jujur, Adil, Tegas tulisan Pong di atas Gedung DPR (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Anggota Komisi III Dukung MoU RI-GAM
  • Protes Kembalinya Hamzah Thayeb Ke Canbera
  • Dewan Pers: Playboy Langgar Kode Etik
  • Anggota DPR Dipanggil KPK
  • Anggota DPR: Sikap PM Malaysia Patut Dipuji
2010-07-30 16:23:25

Protes Anggota Dewan Ala Pong Harjatmo

Politikindonesia - Pong Harjatmo punya cara tersendiri melampiaskan kekecewaannya terhadap kinerja anggota DPR. Artis era 1980-an itu mencorat-coret Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/07), menjelang salat Jumat. Akibatnya, pria paruh baya ini digelendang polisi ke Polsek Tanah Abang untuk dimintai keterangan.

"Jujur, Adil, Tegas..."

Itulah yang ditulis Pong. Berbekal cat semprot, ia memanjat Gedung Kura-kura Nusantara II DPR, tempat biasa digelar Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat. Di atap berbentuk kura-kura, yang dicat hijau itu, Pong beraksi menuliskan tiga kata tersebut.

Belum sepenuhnya tuntas Pong menulis, Pasukan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR meringkusnya. Ia kemudian dibawa ke pos pengamanan. Tak lama kemudian, sejumlah polisi mendatangi pos pengamanan DPR, tempat Pong diamankan.

Setelah itu,  Pong lalu digelandang ke Polsek Tanah Abang untuk menjalani proses pemeriksaan atas ulahnya yang bisa dituding sebagai penghinaan terhadap lembaga kedewanan. Meski terlihat gusar, ia tak punya pilihan selain pasrah dibawa polisi.

Pong mengaku, melakukan aksi corat-coret itu karena kecewa berat dengan kinerja para anggota DPR sekarang, termasuk pemerintah. Menurut dia, pemerintah dan anggota DPR tidak pernah tuntas melakukan tugasnya. "Sekarang tambah lagi anggota DPR membolos."

Ketika ditanya kenapa dengan mencorat-coret, aksi vandalisme yang mengotori lingkungan. Pong menjawab, dengan menulis saja, sekarang sudah tak didengar. Jadi, harus pakai tindakan langsung.

Menurut Pong, kritik halus, sampai kasar, seperti tayangan parodi politik tidak berhasil membuat para politisi jera atau malu dengan kebebalan mereka.

"Tayangan Democrazy di Metro TV itu cuma mereka jadikan entertainment (hiburan). Padahal itu sindiran," kata Pong lagi.

Karena itulah, aktor senior ini merasa tindakannya yang mencorat-coret Gedung DPR, sebagai aksi vandalisme. "Ini bukan merusak. Coretan itu dicat lagi dengan cat warna yang sama, juga sudah beres."

Meski jarang tampil lagi di sejumlah acara, sinetron atau film layar lebar, Pong menegaskan, sama sekali tidak mencari popularitas. Ia merasa, sebagai aktor, pencapaiannya selama ini, sudah cukup, sehingga terlalu kecil kalau dianggap ia sedang mencari sensasi agar kembali populer, seperti dulu.

"Saya sudah capek cari popularitas. Jam terbang saya bukan kemarin-kemarin saja," kata Pong sebelum digiring ke pos pengamanan DPR.

Cari Perhatian

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menganggap aksi Pong Harjatmo mencoret gedung DPR sekadar cari perhatian. Meski begitu, Ketua DPP Partai Golkar ini menyesalkan perbuatan yang dinilai tak pantas dilakukan oleh warga sekelas aktor Indonesia itu.

"Jadi, dimaafkan saja, yang penting jangan diulang lagi. Motifnya itu cari perhatian saja," kata bekas Ketua Fraksi Partai Golkar DPR itu kepada pers, usai salat Jumat, di Masjid DPR.

Priyo Budi Santoso mengatakan, alangkah baiknya apabila aspirasi Pong disampaikan dengan baik. Kalau perlu, kata dia, bisa saja Pong diterima langsung oleh pimpinan dewan, untuk menyampaikan uneg-unegnya.

Bagaimana pun, DPR, rumah milik rakyat bersama-sama dengan pemerintah. Karena itu, kata Priyo, harus dijaga bersama, tidak boleh ada yang mengotori dengan alasan apa pun. "DPR ini rumah rakyat. Semua bebas menyampaikan aspirasi, tapi jangan seenaknya."

Priyo juga meminta agar Pamdal DPR lebih selektif lagi menjaga keamanan di kemudian hari. Kalau semua awas dan bertugas dengan baik, dalam menjaga lingkungan, hal-hal seperti itu, tidak mungkin terjadi. "Kok lalai terhadap hal-hal seperti itu."
(mun/na)

POLITISIANA
Index
Penjara Bukanlah Hukuman Tepat Bagi Anak
Penjara bukanlah hukuman yang tepat bagi anak nakal yang terlibat masalah kriminal. Penjara sangat b...

Buka Puasa Koalisi Minus Golkar, Ada Apa?
Aroma tak kompak kembali tercium dari koalisi partai-partai politik pendukung pemerintah. Tidak komp...

NUSANTARA
Index
Ada 160 Desa di Ende, Belum Terjamah Listrik
Hingga kini sebanyak 10 desa di Lepumbusu Kelisoke, yang merupakan calon Kecamatan baru di Kabupaten...

Entaskan Kemiskinan, Jatim Kucurkan Rp1,02 T
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berencana mengucurkan dana Rp1,02 triliun dari Angg...
JAJAK PENDAPAT

Tema Restorasi Indonesia Sudah Digelindingkan Nasional Demokrat. Pendapat Anda ?


Setuju
Tidak Setuju
Tidak Berpendapat
Pendapat Lain Kirim ke redaksi@politikindonesia.com


Hasil jajak pendapat




  • HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
  • REDAKSI


Copyright © 2009 PolitikIndonesia.com All rights reserved