
Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-07-30 16:14:10Satgas Pecah, Herman Mundur?
Politikindonesia - Kabar tak sedap menghampiri Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Satgas bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, disebut tengah mengalami persoalan serius yang mengarah ke perpecahan. Buntutnya, salah seorang anggota Satgas Inspektur Jenderal Polisi Herman Effendi, dikabarkan mengundurkan diri. Anggota Satgas lain membantah adanya perpecahan, sedangkan Polri membenarkan pengunduran diri Herman itu.
Ribut-ribut soal pengunduran diri Herman yang merupakan wakil Polri di Satgas ini, sudah ramai di kalangan media sejak pagi tadi. Ada beberapa versi tentang mundurnya Herman. Ada yang menyebut, Herman mundur setelah rapat Satgas dengan Presiden. Dalam rapat itu, Denny menyebutkan nama yang dianggap sebagai mafia hukum, padahal itu bukan hasil rapat Satgas. Karena itu, Herman melapor ke Kapolri. Lantas Kapolri menarik anggotanya itu dari Satgas.
Pihak yang pertama membenarkan adanya pengunduran diri Herman itu adalah Polri. Akan tetapi Polri menggarisbawahi, Herman mengundurkan diri, bukannya sengaja ditarik Kapolri. “Tidak ada penarikan, tapi beliau (Herman) mengajukan pengunduran diri," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/07).
Tak hanya sekadar mengklarifiksi pengunduran diri Herman dari Satgas, Edward juga bercerita panjang lebar tentang perselisihan pribadi yang menyebabkan Herman memutuskan diri untuk mundur. Dia mengatakan pengunduran diri itu lantaran adanya perbedaan pendapat antara Herman dengan Sekretaris Satgas Denny Indrayana.
Tampaknya Edward, diberitahu banyak oleh Herman soal pertikaiannya dengan Denny. Soalnya dengan gamblang Humas Polri ini bercerita tentang itu kepada pers. Termasuk detail percakapan keduanya. "Ada ketidaksepahaman, soal laporan satu masalah dengan Denny. Karena tidak sepaham itu keluar kata-kata dari Denny,” yang ditirukan Edward, “Kalau Anda tidak sepaham, anda mafia dong.”
Lebih jauh Edward bercerita, walau sudah mengajukan surat pengunduran diri, hingga kini permohonan Herman belum disetujui. Tentang sikap Mabes Polri atas pengunduran diri wakilnya itu, Edward menegaskan hal itu sepenuhnya menjadi hak Herman. “Itu hak beliau. Bisa jadi juga karena beban tugas yang terlalu tinggi," jelas Edward.
Dibantah Satgas
Sementara itu, Ketua Satgas Kuntoro Mangkusubroto membantah jika Herman mundur dari jabatannya. “Tidak (mengajukan surat mundur)," tegas Kuntoro di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/07).
Kuntoro juga mengelak tentang rencana mundurnya Herman. "Nomor satu, saya belum pernah dengar hal itu. Sama sekali tidak ada hal itu. Jadi saya belum bisa kasih komentar tentang hal itu," imbuhnya.
Demikian pula dengan anggota Satgas lainnya, Darmono. "Saya kira tidak ada perpecahan," katanya di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (30/07).
Darmono menegaskan tak ada perpecahan antar-anggota di dalam tubuh Satgas. Dia mengatakan, perbedaan pendapat antar-anggota Satgas adalah hal yang biasa terjadi. Menurut Darmono, perbedaan pendapat antar sesama anggota di Satgas bukanlah masalah besar. Karena anggota Satgas berasal dari beberapa latar belakang dan memiliki pemikiran yang berbeda-beda. "Perbedaan pendapat itu wajar," ujar Darmono lagi.
(ftu/yk) Ribut-ribut soal pengunduran diri Herman yang merupakan wakil Polri di Satgas ini, sudah ramai di kalangan media sejak pagi tadi. Ada beberapa versi tentang mundurnya Herman. Ada yang menyebut, Herman mundur setelah rapat Satgas dengan Presiden. Dalam rapat itu, Denny menyebutkan nama yang dianggap sebagai mafia hukum, padahal itu bukan hasil rapat Satgas. Karena itu, Herman melapor ke Kapolri. Lantas Kapolri menarik anggotanya itu dari Satgas.
Pihak yang pertama membenarkan adanya pengunduran diri Herman itu adalah Polri. Akan tetapi Polri menggarisbawahi, Herman mengundurkan diri, bukannya sengaja ditarik Kapolri. “Tidak ada penarikan, tapi beliau (Herman) mengajukan pengunduran diri," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/07).
Tak hanya sekadar mengklarifiksi pengunduran diri Herman dari Satgas, Edward juga bercerita panjang lebar tentang perselisihan pribadi yang menyebabkan Herman memutuskan diri untuk mundur. Dia mengatakan pengunduran diri itu lantaran adanya perbedaan pendapat antara Herman dengan Sekretaris Satgas Denny Indrayana.
Tampaknya Edward, diberitahu banyak oleh Herman soal pertikaiannya dengan Denny. Soalnya dengan gamblang Humas Polri ini bercerita tentang itu kepada pers. Termasuk detail percakapan keduanya. "Ada ketidaksepahaman, soal laporan satu masalah dengan Denny. Karena tidak sepaham itu keluar kata-kata dari Denny,” yang ditirukan Edward, “Kalau Anda tidak sepaham, anda mafia dong.”
Lebih jauh Edward bercerita, walau sudah mengajukan surat pengunduran diri, hingga kini permohonan Herman belum disetujui. Tentang sikap Mabes Polri atas pengunduran diri wakilnya itu, Edward menegaskan hal itu sepenuhnya menjadi hak Herman. “Itu hak beliau. Bisa jadi juga karena beban tugas yang terlalu tinggi," jelas Edward.
Dibantah Satgas
Sementara itu, Ketua Satgas Kuntoro Mangkusubroto membantah jika Herman mundur dari jabatannya. “Tidak (mengajukan surat mundur)," tegas Kuntoro di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/07).
Kuntoro juga mengelak tentang rencana mundurnya Herman. "Nomor satu, saya belum pernah dengar hal itu. Sama sekali tidak ada hal itu. Jadi saya belum bisa kasih komentar tentang hal itu," imbuhnya.
Demikian pula dengan anggota Satgas lainnya, Darmono. "Saya kira tidak ada perpecahan," katanya di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (30/07).
Darmono menegaskan tak ada perpecahan antar-anggota di dalam tubuh Satgas. Dia mengatakan, perbedaan pendapat antar-anggota Satgas adalah hal yang biasa terjadi. Menurut Darmono, perbedaan pendapat antar sesama anggota di Satgas bukanlah masalah besar. Karena anggota Satgas berasal dari beberapa latar belakang dan memiliki pemikiran yang berbeda-beda. "Perbedaan pendapat itu wajar," ujar Darmono lagi.



