
Jazuli Juwaini (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-04 10:03:33 WIBWakil Komisi VIII DPR: Kenaikan Harga Alquran, Wajar
Politikindonesia - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai kenaikan anggaran pengadaan Alquran sebagai hal yang wajar. Kenaikan anggaran tersebut telah mendapat persetujuan dari Komisi VIII DPR. Persetujuan tersebut diberikan karena kebutuhan persedian Alquran tidak memadai.
“Saya lihat budget APBNP 2011 sekitar Rp22 miliar. Jadi lonjakan anggaran ini jangan dicurigai dulu sebelum ada bukti yang kuat," kata Kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini kepada politikindonesia.com di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (04/07).
Menurutnya, memang sejak awal rencana pengadaan Alquran tersebut telah dibicarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) ke Komisi VIII. Pembicaraan tersebut sebagai salah satu bagian upaya untuk meminimalisir konflik yang mengatasnamakan agama. "Karena Alquran ini merupakan bagian dari sarana pembinaan umat beragama jadi pengadaannya memang diusulkan oleh Kemenag ke pihak kami. Jadi munculnya ekstremisme di kalangan umat beragama, bukan hanya di kalangan umat muslim," ujarnya.
Dirinya tidak sependapat dengan adanya anggapan tentang jalur distribusi Alquran yang hanya dilakukan oleh pihaknya. Dia mengaku, hanya mempergunakan salah satu jalur distribusi saja. "Saya katakan tadi, tidak semua jalur pendistribusian kami yang lakukan. Jadi, tolong jangan memvonis kalau ini semua lewat anggota di Komisi VIII. Itu semua tidak benar," tegas Jazuli.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR lainnya, Ali Maschan Moesa mengecam tindakan politisi Golkar, Zulkarnaen Djabar yang diduga melakukan korupsi pengadaan Alquran. Menurutnya, korupsi Alquran itu levelnya di atas setan. "Mereka sangat berani sekali melakukan tindakan itu. Tak tanggung-tanggung yang dikorupsi pengadaan Alquran lagi," paparnya.
Ketika ditanya, hukuman apa yang pantas diberikan kepada pelaku korupsi Alquran. Dia malah tertawa sambil menunjukan sejumlah pesan singkat (SMS) dari berbagai pihak tentang korupsi tersebut. "Saya binggung menjawab, hukuman apa yang pantas buat orang tersebut. Karena saya mendapat banyak SMS dari berbagai pihak, yang isinya lucu dan ada benarnya. Salah satu isinya, sekarang ini setan sudah menghadap Tuhan minta pensiun dini karena mereka tidak tahan lagi melihat ulah manusia yang melebihi setan. Setan juga takut digoda manusia," jelas Ali.
Lebih lanjut, dia mengaku telah menerima curahan hati (curhat) sejumlah anggota Komisi VIII, terkait dengan jatah Alquran yang akan dibagikan kepada daerah pemilihannya masing-masing. "Mereka yang telah mendapat jatah Alquran yang akan dibagikan ke konstituen. Mereka mengaku bingung karena ditanya oleh konstituennya, apakah Alquran yang dibagikan adalah hasil korupsi sebagaimana yang diberitakan," ungkapnya.
(eva/rin/kap) “Saya lihat budget APBNP 2011 sekitar Rp22 miliar. Jadi lonjakan anggaran ini jangan dicurigai dulu sebelum ada bukti yang kuat," kata Kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini kepada politikindonesia.com di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (04/07).
Menurutnya, memang sejak awal rencana pengadaan Alquran tersebut telah dibicarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) ke Komisi VIII. Pembicaraan tersebut sebagai salah satu bagian upaya untuk meminimalisir konflik yang mengatasnamakan agama. "Karena Alquran ini merupakan bagian dari sarana pembinaan umat beragama jadi pengadaannya memang diusulkan oleh Kemenag ke pihak kami. Jadi munculnya ekstremisme di kalangan umat beragama, bukan hanya di kalangan umat muslim," ujarnya.
Dirinya tidak sependapat dengan adanya anggapan tentang jalur distribusi Alquran yang hanya dilakukan oleh pihaknya. Dia mengaku, hanya mempergunakan salah satu jalur distribusi saja. "Saya katakan tadi, tidak semua jalur pendistribusian kami yang lakukan. Jadi, tolong jangan memvonis kalau ini semua lewat anggota di Komisi VIII. Itu semua tidak benar," tegas Jazuli.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR lainnya, Ali Maschan Moesa mengecam tindakan politisi Golkar, Zulkarnaen Djabar yang diduga melakukan korupsi pengadaan Alquran. Menurutnya, korupsi Alquran itu levelnya di atas setan. "Mereka sangat berani sekali melakukan tindakan itu. Tak tanggung-tanggung yang dikorupsi pengadaan Alquran lagi," paparnya.
Ketika ditanya, hukuman apa yang pantas diberikan kepada pelaku korupsi Alquran. Dia malah tertawa sambil menunjukan sejumlah pesan singkat (SMS) dari berbagai pihak tentang korupsi tersebut. "Saya binggung menjawab, hukuman apa yang pantas buat orang tersebut. Karena saya mendapat banyak SMS dari berbagai pihak, yang isinya lucu dan ada benarnya. Salah satu isinya, sekarang ini setan sudah menghadap Tuhan minta pensiun dini karena mereka tidak tahan lagi melihat ulah manusia yang melebihi setan. Setan juga takut digoda manusia," jelas Ali.
Lebih lanjut, dia mengaku telah menerima curahan hati (curhat) sejumlah anggota Komisi VIII, terkait dengan jatah Alquran yang akan dibagikan kepada daerah pemilihannya masing-masing. "Mereka yang telah mendapat jatah Alquran yang akan dibagikan ke konstituen. Mereka mengaku bingung karena ditanya oleh konstituennya, apakah Alquran yang dibagikan adalah hasil korupsi sebagaimana yang diberitakan," ungkapnya.



