• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
POLITIK
Rusman Heriawan (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Jumlah Pasukan TNI Di Papua Tidak Dikurangi
  • Jumlah Pengungsi Merapi Terus Menurun
  • Remunerasi Gaji Tak Efektif Kurangi Korupsi
  • Tingkatkan Peran Perempuan Dalam Mitigasi Bencana
  • Remunerasi TNI: Rapel Diterima Sesuai Kinerja
2011-01-05 02:56:47 WIB

BPS: Remunerasi Tingkatkan Jumlah Golongan Menengah

Politikindonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dengan adanya tunjangan kinerja (remunerasi) akan meningkatkan jumlah pekerja golongan menengah. Seperti diketahui mulai 2011 sejumlah kementerian/lembaga mendapatkan remunerasi.

"Adanya remunerasi pasti akan ada peningkatan golongan menengah. Jika golongan tinggi kan hanya sedikit. Kalau golongan menengah berpengaruh positif," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, Rabu (05/01).

Berdasarkan data BPS, saat ini jumlah pekerja golongan menengah sebanyak 30% dari total pekerja. Golongan ini berjumlah 25,08 juta jiwa dengan pendapatan rata-rata US$5.356 atau Rp48,25 juta per tahun.

Selain PNS, ujar Rusman, pekerja golongan menengah di antaranya dari kalangan  sektor industri, pertambangan, perbankan dan jasa. Rusman berharap lapangan kerja sektor ini semakin meluas. Dengan demikian bisa menjamin pendapatan masyarakat yang fluktuatif.

Menurut Rusman, golongan menengah berpengaruh secara nyata dalam ekonomi nasional. Salah satunya mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang berasal dari sektor industri. Golongan menengah ini ada di mana-mana. Termasuk juga di sektor pertanian.

Berdasarkan data BPS, dari jumlah penduduk sebanyak 237,6 juta, ada pun penduduk yang bekerja sebanyak 108,2 juta orang. Angka itu terdiri dari 83,6 juta orang bekerja yang menerima pendapatan dan sisanya mempunyai usaha mandiri.

Lebih lanjut jelas Rusman, dari 83,6 juta pekerja yang mempunyai pendapatan, 60% atau 50,15 juta jiwa mempunyai penghasilan rata-rata US$2.284 atau Rp20,57 juta per tahun atau termasuk golongan bawah.

Sisanya golongan menengah sebanyak 30% atau 25,08 juta jiwa mempunyai pendapatan US$5.356 atau Rp48,25 juta per tahun atau termasuk golongan menengah. Sedangkan untuk golongan atas sebesar 10% atau 8,36 juta jiwa rata-rata penghasilannya US$14.198 atau Rp127,9 juta per tahun.

Seperti diketahui, sejumlah kementerian mendapatkan remunerasi. Yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, BPKP, Kepolisian RI, TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan. Pencairan remunerasi itu direncanakan dilakukan Januari 2011.
(tis/nam/ts)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

9 Tewas Terseret Gelombang Pasang Pantai Tulap Sulut

Gelombang pasang terjadi di Pantai Tulap, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam peristiwa...


Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved