
Jokowi-Ahok (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-12 10:52:40 WIBKemenangan Jokowi Menguburkan Cita-cita Foke
Politikindonesia - Kemenangan sementara Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama jelas merupakan kejutan Pemilukada DKI Jakarta 2012. Kemenangan Jokowi-Ahok itu, tidak saja membuat cita-cita incumbent Fauzi Bowo menang satu putaran, jadi terkubur. Tetapi juga membalikkan prediksi sejumlah lembaga survei. Kemenangan Jokowi sesuai hasil hitung cepat itu, juga tak lepas dari peran media massa yang berhasil membangun imagenya.
Sebelumnya, banyak survei menempatkan Foke sebagai cagub paling populer. Karena itu, mereka dengan berani merilis, Pilgub DKI, akan dimenangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam satu putaran. Berdasarkan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, pasangan Foke – Nara disebut-sebut akan mengungguli pasangan calon lainnya. Bahkan beberapa hasil survei menempatkan pasangan Jokowi – Ahok pada peringkat ketiga.
Tetapi, survei sejumlah lembaga itu tidak menunjukkan kondisi faktual di lapangan, saat pencoblosan, Rabu (11/07). Suara Jokowi melesat, sampai 43 persen lebih, meninggalkan Foke dengan rentang sekitar 9%.
"Tetapi, hasil yang ditunjukkan oleh quick count berbeda 180 derajat. Kemenangan pasangan Jokowi–Ahok pada Pilgub putaran pertama ini telah menjungkirbalikkan seluruh hasil survei," kata Rendra Falentino, peneliti Democracy for Prosperity and Peace (Deprospec) Institute, Kamis (12/07).
Karena itu, menurut Rendra, lembaga survei sebagai salah satu instrumen yang turut melakukan penguatan terhadap proses demokratisasi harus segera mengevaluasi metodologi pelaksanaan surveinya. Dengan begitu, kata dia, kesalahan fatal seperti ditunjukkan pada Pilgub DKI ini, tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
Rendra mencatat, kesuksesan Jokowi disumbang keberhasilan media massa melakukan image building bagi calon yang mendapat suport penuh PDI Perjuangan tersebut. "Terlepas dari segala kebijakannya yang nyeleneh dan keberpihakannya kepada rakyat kecil, sebelumnya Jokowi hanyalah seorang Walikota Solo yang mungkin hanya dikenal di Solo dan sekitarnya. Tetapi melalui pemberitaan media yang luar biasa massif, mendadak Jokowi menjadi figur yang dikenal di seluruh wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta."
Menurut Rendra, rekam jejak yang baik dari Jokowi, ditambah image building media massa telah sukses mendongkrak elektabilitas Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama. Fenomena ini, kata dia, sekali lagi membuktikan media massa memiliki peranan luar biasa besar bagi pelaksanaan demokrasi, dan harus turut bertanggung jawab terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.
(nam/rin/kap)



