• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
PENDAPAT
DR Danny Hilman Natawidjaja (Helmi/Dok)
Artikel Terkait:
  • Gempa Sumatera: Sumbar Digoyang 4,7 SR, Mauritus 5,8 SR
  • Gempa Sumatera: Andaman 5 SR, Bengkulu Digoyang 4,7 SR
  • Gempa Sumatera-Jawa: Xizang 4,7 SR, Tasikmalaya 5,3 SR
  • Gempa Sumatera-Jawa: Andaman 4,9 SR, Selanjutnya ?
  • Gempa Sumatera-Jawa: Ujungkulon 4,9 SR, Sinabang 5,8 SR
2012-05-27 06:06:50 WIB

Beberapa Patahan Aktif yang Berpotensi Gempa Besar

Politikindonesia - Ada beberapa zona patahan-patahan di Indonesia yang dapat diklasifikasikan sebagai "seismic gap".  Seismic gap adalah zona patahan yang diketahui keaktifannya (dapat mengeluarkan gempa) tapi sudah lama tidak terjadi gempa di lokasi tersebut. Artinya, ada kemungkinan segmen gempa tersebut sudah mengakumulasi energi gempa yang besar. Setidaknya, ada 9 titik seismic gap yang perlu mendapat perhatian serius.


Disepanjang kawasan Sumatera hingga Selat Sunda, ada 3 Seismic Gap yang perlu mendapat perhatian utama karena berada pada zona megathrust. Pertama Segmen  Simeulue yang cukup banyak juga data penelitiannya, sehingga kita dapat perkirakan bahwa setelah melepaskan rentetan gempa besar mulai tahun 2004 di segmen ini masih tersisa tabungan energi gempa atau regangan tektonik dengan potensi ~ 8 Skala Richter (SR).

Sedangkan titik kedua adalah Segmen Mentawai. Segmen ini adalah  yang paling detil diteliti sehingga paling banyak datanya. Segmen Mentawai ini sudah terbukti secara ilmiah statusnya berada diakhir siklus gempa.

Berbagai gempa-gempa besar yang bertubi-tubi terjadi disekitar Segmen ini akan membuat Segmen Mentawai semakin dekat ke “waktu ledak”-nya karena stress (tekanan) pada zona patahan ini akan makin tinggi.

Peta  Seismic Gap Pada Zona Patahan Aktif di Indonesia






Sedangkan segmen ketiga, adalah Megathrust Selat Sunda-Selatan Jawa. Segmen ini tidak banyak datanya kecuali diketahui bahwa patahan/batas lempeng ini berpotensi untuk mengakumulasi regangan tektonik sampai  9 SR. Selama beratus-ratus tahun, tidak ada catatan pernah terjadi gempa besar di segmen Selat Sunda ini. 

Walaupun Segmen Selat Sunda secara ilmiah ancaman bahaya-nya belum terdefinisi dengan baik, tapi sangat penting untuk diwaspadai mengingat wilayah ini amat sangat vital, khususnya bagi DKI Jakarta, dari sudut populasi, investasi, dan bank informasi serta infrastruktur-infrastruktur negara yang  sangat vital. 

Anaman dari patahan Simeulue, Mentawai dan Selat Sunda ini kini menjadi bertambah tinggi setelah gempa besar yang terjadi di Lempeng Lautan Hindia pada 11 April lalu. Dari Analisis data GPS-Jaringan SuGAr LIPI-EOS, gempa ini memberikan dampak menambah beban ke segmen Simeulue, Mentawai dan juga Segmen Selat Sunda.

Dari data GPS terlihat,  ketika gempa terjadi, Segmen Simeulue tertekan sampai  puluhan centimeter ke arah Timur.  Artinya, segmen Simeulue seperti mendapat tambahan beban yang setara dengan akumulasi pergerakan lempeng tektonik selama 10-20 tahun secara instan. 

Di pihal lain,  pada segmen Mentawai terjadi pergerakan “slow-slip” beberapa centimeter ke arah barat. Slow-slip adakah pergerakan patahan yang relatif pelan sehingga tidak membangkitkan gelombang seismik, namun gerakan ini akan membuat megathrust Mentawai jadi bertambah tegang - atau menjadi lebih dekat ke titik “kritis ledak”-nya.

Megatrush lainnya, tidak banyak datanya, termasuk bagaimana sifat, karakter serta status siklus gempanya.  Namun dari data seismisitas dan catatan sejarah kita tahu zona patahan ini sangat aktif dan dapat membangkitkan gempa berkekuatan lebih dari 8 SR. 

Dan kita tahu segmen-segmen ini sudah lama 'bertapa' alias tidak ada catatan kejadian gempa besar selama sejarah (ratusan tahun - sampai 1600-an Masehi). 

Sedangkan seismic  gap di Pulau Sumbawa adalah patahan gempa tipe "back thrust" yaitu mempunyai mekanisme gempa yang sama dengan gempa Flores tahun 1992. Posisi Backthrust di utara Bali, Lombok, dan Sumbawa), dapat membangkitkan gempa berkekuatan sampai  sekitar 7.9 SR. 

Walaupun status sikus gempanya belum jelas, namun diketahui bahwa patahan di wilayah ini juga merupakan seismic gap. Dan wilayah ini adalah daerah pariwisata dengan populasi dan infrastruktur  yang lumayan. Ke semua dari 9 patahan tersebut dapat membangkitkan gelombang tsunami besar karena patahan ini adalah patahan naik di dasar laut.

 
(* DR Danny Hilman Natawidjaja)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...


Bus Liman Makassar vs Daihatsu Taruna, 2 Tewas

Bus angkutan umum antardaerah, Liman, tabrakan dengan mobil Daihatsu Taruna DD 1444 H di Jalan Sorow...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved