
Maria Ulfah Anshor (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-05-15 04:30:42 WIBPendidikan Siaga Bencana Belum Maksimal
Politikindonesia - Program pendidikan siaga bencana kepada anak-anak, perlu dilakukan sejak dini. Pemahaman akan bencana serta kemampuan anak-anak untuk menyelamatkan diri ketika bencana terjadi sangat penting untuk meminimalisir korban. Anak-anak adalah sosok yang paling rentan menjadi korban ketika bencana terjadi. Sayangnya, implementasi pendidikan siaga bencana selama ini berjalan belum maksimal.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor mengatakan, pendidikan siaga bencana yang dilakukan di sekolah-sekolah saat ini, belum maksimal. “Program pendidikan untuk siaga bencana alam di sekolah memang sudah ada, tapi implementasinya masih kurang. Padahal substansinya sangat penting agar siswa-siswi mengetahui dan memahami cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana," ujarnya di Jakarta, Senin (14/05).
Kata Maria, belum maksimalnya penerapan program tersebut disebabkan program pendidikan siaga bencana alam di sekolah belum dirancang secara sistematis dan menyeluruh.
Ia menyebut, pasca tsunami di Aceh tahun 2004, ada beberapa program pendidikan siaga bencana yang dilakukan. Akan tetapi, program tersebut masih terbatas, karena hanya berasal dari inisiatif guru atau LSM dan pelaksanaannya terfokus di daerah rawan bencana. “Jadi belum semua sekolah mendapatkan pendidikan siaga bencana", katanya.
Maria menegaskan, pemberian informasi dan pelatihan adalah komponen penting dalam pendidikan siaga bencana. Karenanya, program itu diharapkan dapat dilaksanakan secara luas, tidak hanya terfokus di daerah rawan bencana.
Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat memberi fasilitas tanggap bencana di sekolah-sekolah. “Selain pendidikan, alat peringatan bencana dan jalur evakuasi juga sangat penting dalam menghadapi bencana alam," tandas dia.
(kap/rin/nis)



