
Salah satu situs perjalanan ke Tanatoraja (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-08-12 05:11:48 WIBDua Turis Tertipu Agen Travel Lewat Internet
Politikindonesia - Jangan percaya 'Sulawesi Travel Guide Team Work and Online Travel Agency'. Lembaga itu sedang diadukan ke polisi oleh 2 turis asal Belgia, Erick, 49, dan Naile HR De Vos, 49. Keduanya menjadi korban penipuan travel fiktif itu melalui Internet.
Kepala Unit Polisi Pariwisata Polda Sulselbar, AKP Zarkoni, yang dikonfirmasi wartawan di Makassar, kemarin, mengatakan, pihaknya sedang mengusut kasus itu. Kedua warga asing itu tertipu agen wisata yang mengaku beralamat di Jalan Andi Tonro, Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.
Kepada polisi, kedua warga asing itu menceritakan, telah meminta jasa travel penipu itu, untuk mengatur perjalanannya ke Tanatoraja, daerah wisata di Sulsel. Sebelumnya, keduanya sudah menikmati liburan di Pulau Dewata, Bali dan ingin melanjutkan ke Tanatoraja.
Karena tak mengenal daerah tujuannya itu, kedua wisatawan itu mencari informasi di dunia maya. Lewat Internet, mereka menemukan situs perjalanan bernama 'Sulawesi Travel Guide Team Work and Online Travel Agency', beralamat di Jalan Andi Tonro, Makassar itu. Mereka lalu mengirim sejumlah uang kepada situs itu untuk mengatur perjalanan mereka.
Zarkoni menjelaskan, kasus penipuan yang menimpa dua turis Belgia ini bukan pertama kali terjadi. Pihaknya mencatat, sudah beberapa kasus dengan modus travel melalui Internet menjanjikan fasilitas bagi turis.
(mun/na) Kepala Unit Polisi Pariwisata Polda Sulselbar, AKP Zarkoni, yang dikonfirmasi wartawan di Makassar, kemarin, mengatakan, pihaknya sedang mengusut kasus itu. Kedua warga asing itu tertipu agen wisata yang mengaku beralamat di Jalan Andi Tonro, Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.
Kepada polisi, kedua warga asing itu menceritakan, telah meminta jasa travel penipu itu, untuk mengatur perjalanannya ke Tanatoraja, daerah wisata di Sulsel. Sebelumnya, keduanya sudah menikmati liburan di Pulau Dewata, Bali dan ingin melanjutkan ke Tanatoraja.
Karena tak mengenal daerah tujuannya itu, kedua wisatawan itu mencari informasi di dunia maya. Lewat Internet, mereka menemukan situs perjalanan bernama 'Sulawesi Travel Guide Team Work and Online Travel Agency', beralamat di Jalan Andi Tonro, Makassar itu. Mereka lalu mengirim sejumlah uang kepada situs itu untuk mengatur perjalanan mereka.
Zarkoni menjelaskan, kasus penipuan yang menimpa dua turis Belgia ini bukan pertama kali terjadi. Pihaknya mencatat, sudah beberapa kasus dengan modus travel melalui Internet menjanjikan fasilitas bagi turis.



