• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
NUSANTARA
Demo Guru (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Ancaman Rawan Pangan Di NTT Meluas
  • Sulbar Usul 140.000 Ha Hutan Lindung Dibebaskan
  • Guru Di Lampung Keluhkan Tunjangan Sertfikasi Tersendat
2010-08-11 11:30:14 WIB

Dianaktirikan, Guru Kontrak Sulbar Ancam Mogok

Politikindonesia - Merasa dianaktirikan Pemerintah, sejumlah guru kontrak pada sekolah swasta di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ancam mogok mengajar. Keluarnya keputusan Pemerintah yang tidak mengakomodir berkas mereka untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada pengangkatan 2010, ditengarai sebagai pemicunya.

Ratna, adalah salah satu potretnya.  Kepada wartawan di Majene, Rabu (11/08), guru kontrak pada Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) di Kabupaten Majene, Sulbar itu prihatin dengan nasib tenaga kontrak guru agama yang semakin tidak jelas. Hal itu katanya diperparah dengan keluarnya surat keputusan pemerintah pusat yang mengisyaratkan tipisnya harapan menjadi CPNS pada pengangkatan  2010.

Kekecewaanpun tak dapat ditepisnya. Jelas katanya, hal itu menghambat  perbaikan nasib bagi ribuan tenaga kontrak guru agama yang mengabdi di sekolah swasta. Ribuan guru kontrak yang mengabdi di MTS di lima kabupaten di Provinsi Sulbar itupun, mengancam mogok mengajar jika pemerintah hanya memberikan peluang kepada tenaga kontrak yang bekerja di sekolah negeri untuk diakomodir menjadi CPNS.

"Kebijakan ini jelas tidak adil, karena pemerintah pusat hanya memperhatikan nasib tenaga kontrak yang ada di sekolah negeri. Padahal di Sulbar sendiri terdapat 95 persen MTS dibandingkan dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTN)," ujarnya.

Ia mengatakan, kekecewaan ini mulai dirasakan setelah ribuan tenaga kontrak guru agama yang memasukkan berkas pada bagian Kepegawaian Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulbar, berkasnya ditolak. Alasannya terbentur aturan pemerintah pusat.

"Kami juga bingung, mestinya pihak Kantor Kemenag Kabupaten Majene, tidak memberikan peluang jika memang tidak dimungkinkan untuk diangkat menjadi CPNS ," ujarnya kesal.

Ratna yang telah mengabdi kurang lebih lima tahun itu mengaku, telah mengeluarkan uang banyak untuk mengurus kelengkapan berkas, tetapi ternyata harapan untuk diangkat menjadi CPNS menjadi sirna.

Hal senada dikatakan, Rusman, salah satu guru kontrak MTS Majene, mengatakan, kebijakan pemerintah pusat ini memupuskan harapan ribuan tenaga kontrak guru agama yang mengajar di sejumlah sekolah swasta.

"Kebijakan ini jelas menyudutkan nasib ribuan tenaga kontrak guru swasta, sehingga kami berencana untuk mogok mengajar atau mencari alternatif kerja yang baru untuk memperbaiki nasib kami menjadi lebih baik," timpalnya.
(sa/yk)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...


Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved