
Muhammad Amin Saleh (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2010-07-30 17:12:38Pemilukada Tolitoli Digelar Sabtu Besok
Politikindonesia - Setelah mengalami dua kali penundaan akibat adanya kerusuhan, Pemilukada Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) siap digelar Sabtu (31/07). Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) setempat telah menyiapkan dua kompi pasukan. Masing-masing satu kompi dalam rangka pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) serta satu kompi berasal dari Kompi Pendolo dan Tentena, Kabupaten Poso di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Demikian dikemukakan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Muhammad Amin Saleh saat mengunjungi Kabupaten Tolitoli, memantau pengamanan Pemilukada di wilayah tersebut Selasa (29/07). "Saya ke Tolitoli untuk melihat langsung pelaksanaan Pemilukada yang akan digelar pada 31 Juli 2010," ujarnya.
Kapolda berharap kepada seluruh komponen masyarakat di Wilayah Tolitoli untuk dapat memahami bahwa Pemilukada ini adalah perhelatan demokrasi terbesar, sehingga tidak boleh ada yang mengganggu dan diganggu.
"Jika itu terjadi, maka tentunya akan berhadapan dengan aparat di lapangan," tegas mantan Kapolwiltabes Makassar, Sulawesi Selatan itu.
Untuk mengantisipasi hal itu, Kapolda juga mengadakan pertemuan dengan seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman, pencerahan dan sekaligus mengimbau agar mereka juga turut serta memberikan andil dalam kelancaran pelaksanaan pemilukada di wilayah tersebut.
"Peran tokoh agama bagi kami sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas di lingkungannya," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR, Rabu (28/07) menjelaskan, Pemilukada Tolitoli semula dijadwalkan pada 2 Juni. Lalu ditunda pada 15 Juni. Namun karena terjadi kerusuhan, maka pelaksanaannya ditunda lagi. Hanya saja waktu itu Mendagri tidak menjelaskan kapan pelaksanaannya.
(sa/yk) Demikian dikemukakan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Muhammad Amin Saleh saat mengunjungi Kabupaten Tolitoli, memantau pengamanan Pemilukada di wilayah tersebut Selasa (29/07). "Saya ke Tolitoli untuk melihat langsung pelaksanaan Pemilukada yang akan digelar pada 31 Juli 2010," ujarnya.
Kapolda berharap kepada seluruh komponen masyarakat di Wilayah Tolitoli untuk dapat memahami bahwa Pemilukada ini adalah perhelatan demokrasi terbesar, sehingga tidak boleh ada yang mengganggu dan diganggu.
"Jika itu terjadi, maka tentunya akan berhadapan dengan aparat di lapangan," tegas mantan Kapolwiltabes Makassar, Sulawesi Selatan itu.
Untuk mengantisipasi hal itu, Kapolda juga mengadakan pertemuan dengan seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman, pencerahan dan sekaligus mengimbau agar mereka juga turut serta memberikan andil dalam kelancaran pelaksanaan pemilukada di wilayah tersebut.
"Peran tokoh agama bagi kami sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas di lingkungannya," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi II DPR, Rabu (28/07) menjelaskan, Pemilukada Tolitoli semula dijadwalkan pada 2 Juni. Lalu ditunda pada 15 Juni. Namun karena terjadi kerusuhan, maka pelaksanaannya ditunda lagi. Hanya saja waktu itu Mendagri tidak menjelaskan kapan pelaksanaannya.



