• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
NUSANTARA
2010-06-09 01:59:56 WIB

Wabah Malaria di Papua, 40 Orang Tewas

Politikindonesia - Penyakit Malaria masih identik dengan wilayah Papua. Lihat saja. Dalam tiga bulan terakhir, sedikitnya 40 warga tewas di Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya, Papua, karena serangan wabah malaria tropicana. Pemerintah pusat diharapkan segera membantu masyarakat.

Anggota DPR Papua, Julius Miagoni mengatakan hal tersebut kepada pers, yang menghubunginya, kemarin.

Julius memastikan, wabah malaria sudah melanda di empat kampung di Distrik Homeo, sejak April lalu. Yaitu, Maya, Mapa, Sanepa dan Bilae.

Dalam prediksi Julius, wabah mematikan ini akan terus memakan korban, sehingga melebihi 40 orang. Karena, tidak mustahil akan menyebar ke kampung-kampung lain. Terutama, jika tidak segera mendapat perhatian dari pemerintah terutama dinas kesehatan.

Menurut Julius, saat ini banyak warga yang sudah terjangkit wabah Malaria. Mereka sangat membutuhkan pertolongan terutama obat-obatan, jika tidak korban akan terus berjatuhan.

Wabah malaria dengan mudah melanda kabupaten pemekaran itu, karena suhu di daerah tersebut sangat dingin, mencapai 8 derajat celcius. Suhu dingin sangat ekstrem, sehingga warga banyak yang tidak tahan. Kondisi cuaca membuat daya tahan warga lemah, sehingga mudah terserang penyakit.

Celakanya, penanganan dari pihak pemerintah setempat, belum maksimal, karena minimnya stok obat-obatan. Kondisinya makin diperburuk oleh kendala transportasi,  karena wilayah itu hanya bisa dijangkau dengan pesawat. Itu artinya dana yang dibutuhkan relatif besar.

Pemda setempat sudah berupaya memberikan bantuan medis. Tetapi, karena keterbatasan stok dan sulitnya menjangkau lokasi, Pemda terkendala dalam meminimalisasi jumlah korban tewas.

Pemerintah pusat diminta segera mengambil langkah-langkah pertolongan untuk mencegah korban terus berjatuhan. Sebaiknya, segera mengirim obat-obatan dan tenaga medis, untuk membantu masyarakat Papua.

Kabupaten Intan Jaya, resmi berdiri sejak tiga tahun lalu, stelah dimekarkan dari induknya, Kabupaten Paniai. Penduduk Distrik Homeo diperkirakan 10 ribu jiwa. Kebanyakan berdiam di lereng-lereng gunung.

Wilayahnya memang di Pegunungan Papua, sehingga sulit dijangkau. Seperti wilayah Papua lainnya, wilayah ini lebih mudah dijangkau dengan pesawat. Masuk akal kalau lumayan sulit menanggulangi penyakit yang mendera masyarakat di sana.

Bebas Malaria 2030

Indonesia baru tahun 2030 ditargetkan bebas dari malaria. Nantinya, wabah penyakit ini, terutama di beberapa wilayah Provinsi --Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur-- sudah tereliminasi.

Dalam bahasa Staf Subdit Malaria Kementerian Kesehatan Minerva Theodora, di sela Diskusi Panel Penanggulangan dan Penatalaksanaan Malaria, di Jakarta, beberapa waktu lalu, tereliminasi berarti tidak ada lagi kasus penularan malaria setempat. Kalau pun ada, kasus malaria hanya kurang dari satu kasus per 1.000 penduduk.

Untuk DKI Jakarta dan Bali, malaria ditargetkan sudah tereliminasi pada 2010. Bagi Jawa, Aceh dan Kepulauan Riau pada 2015. Setelah itu, Sumatera, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi bebas malaria pada 2020.

Pesimisnya target eliminasi malaria itu, terkait dengan aksesibilitas dan jangkauan pelayanan yang tidak merata di daerah terpencil. Juga karena terbatasnya sumber daya manusia, khususnya di bidang malaria. Lainnya, karena faktor geografi yang sulit dan iklim tropis yang memengaruhi perkembangbiakan nyamuk.

Untuk 2010, juga ditargetkan ada penurunan 50 persen jumlah desa dengan malaria di atas lima kasus per 1.000 penduduk. Itu terkait fakta, Indonesia salah satu negara yang masih beresiko malaria. Soalnya, sampai 2007 masih terdapat 396 kabupaten (80 persen) endemis malaria.

Pada 2008 terdapat 1,62 juta kasus malaria klinis dan 2009 menjadi 1,14 juta. Selain itu jumlah penderita positif malaria (hasil pemeriksaan mikroskop terdapat kuman malaria) pada 2008, 266 ribu kasus dan masih 199 ribu kasus pada 2009.

Di tingkat dunia, menurut data the World Malaria Report 2005, lebih dari sejuta orang meninggal setiap tahun karena malaria. Sebanyak 80 persen kematian ada di Afrika dan 15 persen di Asia, termasuk Eropa Timur.

Kepala Seksi Public Health and Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia Kerry Yarongga mengatakan, dataran rendah Papua memiliki tingkat malaria tertinggi di Indonesia, bahkan di beberapa kawasan Papua. Tingkat prevalensi malaria melampaui 75 persen yang menunjukkan intensitas penularan tinggi sepanjang tahun.

Kerry menganggap kondisi itu sebagai tantangan dalam rangka melindungi tenaga kerja, dan masyarakat setempat. Karena itu, dibentuklah PHMC pada 1992. Tujuannya, kata pria asli Papua itu, untuk mensponsori program pengendalian malaria di kawasan kontrak karya di Kabupaten Mimika.
(mun/na)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

Pilgub Bali: KPUD Gelar Pencoblosan Diulang Ulang pada 1 TPS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS...


Bus Liman Makassar vs Daihatsu Taruna, 2 Tewas

Bus angkutan umum antardaerah, Liman, tabrakan dengan mobil Daihatsu Taruna DD 1444 H di Jalan Sorow...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved