
Kota Balikpapan saat kebanjiran (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-28 02:52:23 WIBDPRD Balikpapan Usulkan Pembangunan Kanal Banjir
Politikindonesia - Kota Balikpapan Kalimantan Timur, masuk dalam peta merah daerah rawan banjir yang dirilis oleh Badan Penanganan Bencana Nasional (BNPB). Untuk mengantisipasi, dipandang perlu pembangunan kanal banjir di sepanjang jalur rencana jalan lingkar pantai (coastal road) guna menjadi penahan laju air sehingga tidak meluap jika volume air dari perbukitan melimpah.
Usulan itu digagas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Balikpapan. Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong kepada pers di Balikpapan, Selasa (28/08), mengatakan, perlu dibangun kanal banjir di sepanjang garis pantai guna menghindari bencana yang sekarang mulai rutin terjadi ketika hujan turun lebat.
Proyek pembangunan coastal road di sepanjang bibir pantai bisa menjadi alternatif pelaksanaan pembangunan kanal banjir. Kata Solong, kanal banjir tersebut juga bisa difungsikan sebagai objek wisata air selain untuk mencegah banjir.
Disamping kanal banjir, Solong mengatakan, konsep pembangunan kota harus secara konsisten menerapkan pola 52 persen ruang terbuka hijau. Dia mengatakan hal ini bertujuan untuk menyangga aliran air sehingga tidak langsung mengalir ke laut.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto menyebut, Pemkot memang sudah merencanakan pembangunan kanal untuk mengendalikan banjir. Reklamasi yang akan dilakukan untuk coastal road akan menyesuaikan dengan titik muara sungai yang ada.
"Paling tidak ada tiga lokasi yang dijadikan kanal banjir. Tidak menyeluruh, tapi hanya pada titik lokasi muara sungai. Nanti volumenya lebih besar seperti laguna sehingga bisa dijadikan objek wisata," terang dia.
Proyek coastal road sendiri saat ini masih dalam tahap pengerjaan detail engineering design (DED) yang ditargetkan rampung pada November 2012. Setelah itu, rencananya lelang akan dilakukan menyusul pekerjaan fisik pada jalan sepanjang 2,4 kilometer dari total 7,5 kilometer jalan.
(zel/rin/kap) Usulan itu digagas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Balikpapan. Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong kepada pers di Balikpapan, Selasa (28/08), mengatakan, perlu dibangun kanal banjir di sepanjang garis pantai guna menghindari bencana yang sekarang mulai rutin terjadi ketika hujan turun lebat.
Proyek pembangunan coastal road di sepanjang bibir pantai bisa menjadi alternatif pelaksanaan pembangunan kanal banjir. Kata Solong, kanal banjir tersebut juga bisa difungsikan sebagai objek wisata air selain untuk mencegah banjir.
Disamping kanal banjir, Solong mengatakan, konsep pembangunan kota harus secara konsisten menerapkan pola 52 persen ruang terbuka hijau. Dia mengatakan hal ini bertujuan untuk menyangga aliran air sehingga tidak langsung mengalir ke laut.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto menyebut, Pemkot memang sudah merencanakan pembangunan kanal untuk mengendalikan banjir. Reklamasi yang akan dilakukan untuk coastal road akan menyesuaikan dengan titik muara sungai yang ada.
"Paling tidak ada tiga lokasi yang dijadikan kanal banjir. Tidak menyeluruh, tapi hanya pada titik lokasi muara sungai. Nanti volumenya lebih besar seperti laguna sehingga bisa dijadikan objek wisata," terang dia.
Proyek coastal road sendiri saat ini masih dalam tahap pengerjaan detail engineering design (DED) yang ditargetkan rampung pada November 2012. Setelah itu, rencananya lelang akan dilakukan menyusul pekerjaan fisik pada jalan sepanjang 2,4 kilometer dari total 7,5 kilometer jalan.



