
Ilustrasi (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-08-03 09:42:46 WIB10 Warga Kabupaten Pesawaran Kena Rabies, 2 Meninggal
Politikindonesia - Virus Rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing liar mewabah di Kabupaten Pesawaran. Kamis (02/08) kemarin, tercatat sebanyak 10 pasien rabies yang ditangani. Dua pasien meninggal dunia di Puskesmas Pesawaran, Jumat (03/08).
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pesawaran Lukmansyah mengatakan, di Kabupaten Pesawaran ada tiga kecamatan yang terindikasi terserang wabah rabies. Yakni, Kecamatan Way Lima, Kecamatan Punduh Pidada, Kecamatan Kedongdong, Kecamatan Gedongtataan, dan Kecamatan Padang Cermin.
“Dua pasien yang meninggal dunia yakni, Ponijah,60, warga Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran; dan Faisal Abdau,4, warga Kampung Baru, Kecamatan Punduh Pidada,” ujar Lukmansyah.
Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Endang Sri Haryanti mengatakan, banyak penduduk yang belum mengerti dan tidak bersedia disuntik Vaksin Anti Rabies (VAR). Akibatnya kondisi pasien semakin memburuk sampai meninggal dunia. "Berbagai upaya telah kami lakukan dari mensosialisasikan bahaya tentang virus rabies dan akibatnya. Penanganan masih dilakukan hingga sekarang namun, masih banyak warga yang memilih untuk berobat kepada pengobatan alternatif seperti kepada paranormal,” ungkap Haryanti.
(oes/rin/wan) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pesawaran Lukmansyah mengatakan, di Kabupaten Pesawaran ada tiga kecamatan yang terindikasi terserang wabah rabies. Yakni, Kecamatan Way Lima, Kecamatan Punduh Pidada, Kecamatan Kedongdong, Kecamatan Gedongtataan, dan Kecamatan Padang Cermin.
“Dua pasien yang meninggal dunia yakni, Ponijah,60, warga Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran; dan Faisal Abdau,4, warga Kampung Baru, Kecamatan Punduh Pidada,” ujar Lukmansyah.
Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Endang Sri Haryanti mengatakan, banyak penduduk yang belum mengerti dan tidak bersedia disuntik Vaksin Anti Rabies (VAR). Akibatnya kondisi pasien semakin memburuk sampai meninggal dunia. "Berbagai upaya telah kami lakukan dari mensosialisasikan bahaya tentang virus rabies dan akibatnya. Penanganan masih dilakukan hingga sekarang namun, masih banyak warga yang memilih untuk berobat kepada pengobatan alternatif seperti kepada paranormal,” ungkap Haryanti.



