
Ilustrasi evakuasi imigran gelap asal Timur Tengah (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
2012-07-26 05:21:17 WIBPolres Sumenep Data Imigran Gelap di Pulau Guagua Madura
Politikindonesia - Kepala Polres Sumenep AKBP Dirin menyatakan, sampai saat ini kepolisian masih melakukan pendataan terhadap jumlah imigran gelap yang terdampar di Pulau Guagua, Kecamatan Raas, Sumenep, Madura.
"Informasi adanya imigran gelap yang terdampar di wilayah Sumenep sudah masuk kepada kami sejak Rabu. Namun, keberadaan mereka yang terdampar di Pulau Guagua, Raas, baru terdeteksi pada Kamis ini. Untuk jumlah imigrannya, belum diketahui secara pasti," kata Dirin di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (26/07).
Dirin menjelaskan, mengaku kemarin pihaknya memang memperoleh informasi dari Badan SAR Nasional (Basarnas) tentang rombongan imigran yang terdampar di wilayah Sumenep, akibat kapal kayu yang ditumpangi mereka mengalami kerusakan.
"Kami sempat menginstruksikan anggota yang berada di tiga pulau. Yakni Raas, Sapudi, dan Giligenting, untuk menindaklanjuti informasi tersebut," jelas Dirin.
Kapal Basarnas dengan nomor lambung RB 204 yang tiba di Pelabuhan Kalianget pada Rabu malam, sempat melakukan penyisiran ke perairan di sekitar Pulau Giligenting. Namun, ternyata imigran terdampar di Pulau Guagua, Raas. “Anggota kami sedang melakukan pendataan. Informasi sementara, jumlahnya puluhan orang," kata Dirin.
Menurut Dirin, pihaknya akan berusaha melakukan evakuasi secepatnya terhadap para imigran tersebut. Saat ini, pihaknya berusaha mencari kapal yang bisa menjangkau ke Pulau Guagua. Sebab kapal Basarnas yang saat ini berada di Kalianget tidak mungkin dipaksakan berangkat ke Pulau Guagua, karena kondisi cuaca laut buruk.
Pulau Guagua adalah salah satu pulau yang merupakan wilayah Kecamatan Raas, dan posisinya berada di sebelah timur Pulau Raas. Dalam kondisi cuaca normal, perjalanan laut dari Pulau Raas ke Guagua dengan menggunakan perahu, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Kepala Basarnas III Provinsi Jawa Timur Sutrisno mengatakan, berdasarkan informasi sementara, 60 lebih korban dalam keadaan selamat. Mereka sudah menepi di Pulau Guwa-guwa.
(zel/rin/wan) "Informasi adanya imigran gelap yang terdampar di wilayah Sumenep sudah masuk kepada kami sejak Rabu. Namun, keberadaan mereka yang terdampar di Pulau Guagua, Raas, baru terdeteksi pada Kamis ini. Untuk jumlah imigrannya, belum diketahui secara pasti," kata Dirin di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (26/07).
Dirin menjelaskan, mengaku kemarin pihaknya memang memperoleh informasi dari Badan SAR Nasional (Basarnas) tentang rombongan imigran yang terdampar di wilayah Sumenep, akibat kapal kayu yang ditumpangi mereka mengalami kerusakan.
"Kami sempat menginstruksikan anggota yang berada di tiga pulau. Yakni Raas, Sapudi, dan Giligenting, untuk menindaklanjuti informasi tersebut," jelas Dirin.
Kapal Basarnas dengan nomor lambung RB 204 yang tiba di Pelabuhan Kalianget pada Rabu malam, sempat melakukan penyisiran ke perairan di sekitar Pulau Giligenting. Namun, ternyata imigran terdampar di Pulau Guagua, Raas. “Anggota kami sedang melakukan pendataan. Informasi sementara, jumlahnya puluhan orang," kata Dirin.
Menurut Dirin, pihaknya akan berusaha melakukan evakuasi secepatnya terhadap para imigran tersebut. Saat ini, pihaknya berusaha mencari kapal yang bisa menjangkau ke Pulau Guagua. Sebab kapal Basarnas yang saat ini berada di Kalianget tidak mungkin dipaksakan berangkat ke Pulau Guagua, karena kondisi cuaca laut buruk.
Pulau Guagua adalah salah satu pulau yang merupakan wilayah Kecamatan Raas, dan posisinya berada di sebelah timur Pulau Raas. Dalam kondisi cuaca normal, perjalanan laut dari Pulau Raas ke Guagua dengan menggunakan perahu, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Kepala Basarnas III Provinsi Jawa Timur Sutrisno mengatakan, berdasarkan informasi sementara, 60 lebih korban dalam keadaan selamat. Mereka sudah menepi di Pulau Guwa-guwa.



