• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
NUSANTARA
Arie Rompas (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Aktivis Antikorupsi Konawe Jadi Buron Polisi
  • Tolak Penambangan Pasir, Warga Pulo Panjang Demo Bupati Serang
  • Tolak Kehadiran Bluebird, Sopir Taksi Batam Mogok
  • Tolak RAPP, Warga Pulau Padang Duduki Kantor Camat Merbau
2012-07-24 05:30:54 WIB

Aktivis Lingkungan Kalteng Tolak Ekplorasi Freeport-KSK

Politikindonesia - Eksplorasi tambang emas yang dilakukan PT Kalimantan Surya Kencana (KSK) yang bekerja sama dengan Freeport-McMoran Copper & Gold ditolak oleh aktivias lingkungan di Kalimantan Tengah. Mereka cemas eksplorasi itu akan memicu konflik agraria.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng Arie Rompas mengatakan, pertimbangan penolakan karena eksplorasi di Papua oleh PT Freeport Indonesia. Perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Freeport-McMoran Copper & Gold itu telah melakukan kegiatan sejak tahun 1967. Namun sampai 45 tahun kemudian rakyat Papua tak mendapatkan kesejahteraan, bahkan hanya menimbulkan konflik, bencana lingkungan, dan kemiskinan.

Menurut Arie, dalam konteks eksplorasi di Kalteng, ketidakadilan dalam penguasaan sumber daya alam dicemaskan akan berujung pada konflik, termasuk konflik lahan. Karena itu Walhi mendesak agar pemerintah perlu memikirkan ulang rencana industri ekstraktif skala raksasa Freeport dan lainnya masuk ke Kalteng.

“Lahan yang menjadi sasaran eksplorasi sekitar 120.900 ha, yang tersebar di Kabupaten Murung Raya, Katingan, dan Gunung Mas. Namun, dalam data Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng tercantum, luasnya sekitar 61.000 ha,” ungkap Arie di Palangkaraya, Selasa (24/07).

Sementara, Direktur Eksekutif Save Our Borneo (SOB) Nordin mengatakan, pihaknya menolak bentuk penguasaan sumber daya alam yang dilakukan investasi asing. Termasuk PT KSK bersama Freeport. Sebab keberadaannya dapat mengancam kedaulatan hak-hak masyarakat adat serta lingkungan di Kalteng.

Selain Walhi Kalteng dan SOB, penolakan juga disampaikan Komisi Keadilan dan Perdamaian Palangkaraya dan Mitra Lingkungan Hidup.

"Investasi yang pro pasar kerap tak menghargai kearifan lokal, peran masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan," pungkas Nordin
(zel/rin/wan)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Hutan Gunung Puntang, Rumah Baru Owa Jawa

Kawasan hutan lindung Malabar di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, a...


Tifatul: Fraksi PKS Selewengkan Instruksi Majelis Syuro

Tifatul Sembiring mengkritik sikap koleganya di Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perw...

NUSANTARA
Index >>

DIY Anggarkan Rp46 Miliar buat Pengentasan Kemiskinan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan dana Rp46 miliar untuk...


Dua Jembatan di Boyolali Putus Diterjang Banjir

Dua jembatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terputus, satu rumah hanyut dan dua rumah lainnya r...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved