
Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Pati (ist)
Artikel Terkait:
2012-07-18 03:18:19 WIBDitemukan Candi Peninggalan Mataram Kuno di Pati
Politikindonesia - Dua bangunan kaki candi yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ditemukan di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Usia bangunan tersebut diperkirakan lebih tua dari bangunan Candi Borobudur dan tergolong sebagai temuan baru.
"Berdasarkan ukuran batu batanya, kedua bangunan yang merupakan kaki candi tersebut diperkirakan dibangun pada abad 7 atau abad 9," kata Ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Rita Istari, di Pati, Selasa (17/07).
Rita menjelaskan, candi dengan struktur bata, banyak dijumpai di wilayah Jawa Timur. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah merupakan temuan langka dan dinilai luar biasa.
“Untuk memastikan usia bangunan tersebut, harus ditemukan terlebih dahulu prasasti yang menunjukkan tahun, maupun huruf-huruf pada dua bangunan kuno tersebut,” ujar Rita.
Menurut Rita, berdasarkan hasil ekskavasi pada dua bangunan kuno tersebut memang menunjukkan kaki bangunan candi. Sebetulnya bangunan candi tersebut terdiri dari tiga bagian. Yakni pondasi bangunan paling bawah, kaki candi, tubuh dan atap candi. Namun tubuh dan atap candi di Desa Kayen tersebut sudah hilang.
"Temuan ini cukup luar biasa karena bisa ditemukan di daerah pedesaan," kata Rita.
Dengan adanya temuan tersebut, kini di wilayah Kabupaten Pati memiliki potensi bangunan candi Mataram Kuno maupun Mataram Hindu.
Rita menjelaskan soal hilangnya tubuh dan atap bangunan candi, diperkirakan karena faktor usia bangunan yang sudah tua serta pengetahuan masyarakat setempat yang sangat minim terkait bangunan bersejarah tersebut. Sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan temuan benda-benda kuno tersebut.
Padahal, kata Rita, seharusnya Dinas Pariwisata Kabupaten Pati memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya serpihan benda-benda kuno untuk diteliti sebagai penguatan dalam penelitian.
(zel/rin/wan) "Berdasarkan ukuran batu batanya, kedua bangunan yang merupakan kaki candi tersebut diperkirakan dibangun pada abad 7 atau abad 9," kata Ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Rita Istari, di Pati, Selasa (17/07).
Rita menjelaskan, candi dengan struktur bata, banyak dijumpai di wilayah Jawa Timur. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah merupakan temuan langka dan dinilai luar biasa.
“Untuk memastikan usia bangunan tersebut, harus ditemukan terlebih dahulu prasasti yang menunjukkan tahun, maupun huruf-huruf pada dua bangunan kuno tersebut,” ujar Rita.
Menurut Rita, berdasarkan hasil ekskavasi pada dua bangunan kuno tersebut memang menunjukkan kaki bangunan candi. Sebetulnya bangunan candi tersebut terdiri dari tiga bagian. Yakni pondasi bangunan paling bawah, kaki candi, tubuh dan atap candi. Namun tubuh dan atap candi di Desa Kayen tersebut sudah hilang.
"Temuan ini cukup luar biasa karena bisa ditemukan di daerah pedesaan," kata Rita.
Dengan adanya temuan tersebut, kini di wilayah Kabupaten Pati memiliki potensi bangunan candi Mataram Kuno maupun Mataram Hindu.
Rita menjelaskan soal hilangnya tubuh dan atap bangunan candi, diperkirakan karena faktor usia bangunan yang sudah tua serta pengetahuan masyarakat setempat yang sangat minim terkait bangunan bersejarah tersebut. Sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan temuan benda-benda kuno tersebut.
Padahal, kata Rita, seharusnya Dinas Pariwisata Kabupaten Pati memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya serpihan benda-benda kuno untuk diteliti sebagai penguatan dalam penelitian.



