• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
EKONOMI
Mari Elka Pangestu (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Harga Saham Murah, DPR Panggil PT KS
  • Harga Tembaga Capai Rekor Tertinggi
  • Harga Minyak Dunia Bakal Capai US$100
  • Harga Minyak Mentah Dekati 100 Dolar AS
  • Harga Gabah Rendah, Petani Tunda Penjualan
2010-08-13 09:58:03 WIB

Harga Pangan Naik, Faktor Musiman

Politikindonesia - Pemerintah terus berusaha menstabilkan harga-harga kebutuhan pangan lewat operasi pasar. Kenaikan harga pangan saat ini cenderung diakibatkan oleh faktor musiman. Yakni, kebiasaan di awal bulan Ramadan, di mana permintaan konsumen meningkat. Faktor lain yang ditenggarai adalah cuaca, yang menyebabkan gagal panen dan keterlambatan distribusi.

Demikian dikemukakan oleh Menteri  Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Jumat (13/08).  Dikatakannya pula, harga tepung terigu tidak akan naik, meski stok gandum dunia semakin menipis. “Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu sepakat untuk tidak menaikan harga tepung terigu, paling tidak hingga lebaran,” kata Mari.

Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan harga gandum dunia. "Jika dirasa mengkhawatirkan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah antisipatif," tegasnya.

Perubahan Iklim

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah terus mewaspadai kemungkinan peningkatan harga pangan seiring dengan adanya perubahan iklim dunia yang luar biasa. Untuk itu, pemerintah membentuk tim stabilitas harga pangan untuk memantau perkembangan harga pangan dunia dan secara berkala tim tersebut akan melaporkan perkembangan terbaru.

“Dunia saat ini sedang mengalami perubahan iklim luar biasa. Rusia kekeringan, kawasan lain kurang pangan. Ada tren harga pangan meningkat, harga gandum sudah meningkat, bukan tidak mungkin mendorong harga pangan naik,” kata Hatta di Jakarta, Kamis malam kemarin.

Sedangkan, untuk mengantisipasi krisis Gandum yang melanda Rusia, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran agar krisis tersebut tidak berimbas ke Indonesia. “Anggaran untuk itu sudah disiapkan dari dana konjensi (dana penyesuaian) tentang pangan," ujar dia.

Di lain pihak, ekonom The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Hendri Saparini menilai pemerintah mesti bergerak lebih cepat menanggapi masalah itu. Menurut Hendri, Badan Urusan Logistrik harus bisa kembali menjalankan fungsi sebagai lembaga stabilisasi pangan.
(zel/yk)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...


Plato Tak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Plato adalah seorang filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. A...

NUSANTARA
Index >>

7.633 Personel TNI/Polri Amankan Pilgub Maluku

Tidak kurang dari 7.633 personel gabungan dari Polri dan TNI diturunkan untuk mengamankan proses Pem...


Hari Kedua SBMPTN Yogya Baru 797 Orang Daftar

Hingga hari kedua Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di PTN Lokal Yogy...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved