• HOME
  • POLITIK
  • HUKUM
  • NARKOBA
  • WAWANCARA
  • EKONOMI
  • PENDAPAT
  • POLITISIANA
  • NUSANTARA
  • VIDEO
WIB
NEWSFLASH
Search
Bookmark and Share
EKONOMI
Wisatawan asing di Bali (Helmi/dok)
Artikel Terkait:
  • Target Pertumbuhan Kredit BTN, Tidak Berubah
  • Target BRI Syariah, Salurkan KPR Rp1 Triliun
  • Target Bank Mandiri, Tiga Besar ASEAN
  • Target Pendapatan Bakrieland Rp1,5 Triliun
  • Target Cadangan Devisa Bakal Terlewati
2010-08-06 13:25:15 WIB

Target Optimistis, 7,6 Juta Kunjungan Wisman

Politikindonesia - Pemerintah membuat target optimistis berkaitan dengan kunjungan wisatawan ke Tanah Air. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menargetkan 7,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara untuk 2011.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Noviendi Makalam, kepada pers, di Jakarta, kemarin.

Patokan angka tersebut naik dibandingkan target 2010 yang sebesar 7 juta wisman, sampai tutup tahun ini. Meski target optimistik dikumandangkan, dengan mempertimbangkan beberapa faktor, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata juga menyusun target moderat untuk tahun depan, sebanyak 7,3 juta wisman dan target pesimistis sebanyak 6,8 juta orang.

"Dasar pertimbangan untuk menaikkan target pesimistis, perkembangan dalam 18 bulan terakhir," tutur Noviendi.

Kementerian yang dipimpin Jero Wacik ini memperhitungkan, dalam 18 bulan terakhir terjadi tren pertumbuhan pariwisata yang terus positif. Hingga semester pertama 2010 ini saja, tumbuh 14 persen.

Noviendi berharap pertumbuhan positif tersebut dapat terus bertahan sampai akhir tahun, sehingga target 7 juta wisman dapat tercapai. Dengan berbagai perbaikan di sana-sini diharapkan pertumbuhan dua digit itu, dapat berlanjut hingga tahun depan.

Untuk mencapai target optimistik tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata fokus menggarap 10 target pasar wisata utama. Yaitu, Singapura, Malaysia, dan Australia, dan lainnya.

Di samping itu, pihaknya mulai menggarap pasar-pasar sekunder seperti Jerman dan Timur Tengah. Tentu saja, dengan terus mengekspansi target pasar-pasar baru seperti negara-negara eks Uni Soviet dan Amerika Latin (Brazil).

"Beberapa negara seperti Amerika Serikat kami garap menjadi pasar utama. Kami juga kembali memasukkan dalam `list` Taiwan sebagai salah satu pasar yang kami bidik," ujarnya.

Sampai saat ini, upaya tersebut masih terganjal sejumlah hambatan yang bersifat eksternal. Di antaranya masih terbatasnya bandara yang menerapkan kebijakan Visa on Arrival yang memudahkan wisman mengurus izin tinggalnya. Kementerian sedang berupaya mendorong pihak-pihak terkait, untuk menerapkan pengurusan izin visa secara online, atau dalam satu jaringan, sehingga lebih memudahkan para wisman.

Australia Meningkat

Kunjungan wisatawan Australia ke Bali meningkat di atas 50 persen dalam semester pertama tahun ini. BPS setempat mencatat, masyarakat Australia yang berlibur ke Pulau Dewata itu, sebanyak 278.049 orang selama Januari-Juni 2010, atau meningkat 53,89 persen. Tahun lalu, tercatat 180.686 orang.

"Kondisi itu menempatkan Negeri Kanguru pada urutan teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Pulau Dewata," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu, kepada wartawan, di Denpasar, Jumat (06/08).

Wisman asal negeri tetangga itu sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai. Mereka menumpang pesawat udara yang terbang langsung dari negaranya. Sebanyak 5.958 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Dengan tingkat kunjungan sebesar itu, Australia mampu memberikan kontribusi sebesar 23,56 persen dari total wisman berliburan ke Bali sebanyak 1.180.118 orang. Itu data selama enam bulan, periode Januari-Juni 2010.

Kondisi tersebut menunjukkan, terjadi peningkatan sebesar 10,23 persen dibanding periode yang sama 2009 tercatat 1.070.595 orang.

Menurut Ida Komang Wisnu, dari 10 negara terbanyak memasok pelancong untuk menikmati keunikan seni budaya serta panorama keindahan alam, 6 negara di antaranya mengalami peningkatan cukup signifikan. Sebanyak 4 lagi, mengalami penurunan.

Keenam negara yang masyarakatnya bertambah ke Bali itu, selain Australia juga China 0,33 persen dari 97.930 orang menjadi 98.258 orang. Disusul Taiwan 13,10 persen dari 57.994 orang menjadi 65.589 orang.

Lalu, Singapura 55,36 persen dari 26.702 orang menjadi 41.483 orang. Selain itu, juga Inggris 2,19 persen dari 37.701 orang menjadi 38.526 orang dan Belanda 40,53 persen dari 25.676 orang menjadi 36.082 orang.

Empat negara yang mengalami penurunan, Jepang 22,29 persen dari 154.071 orang menjadi 119.731 orang. Malaysia 6,23 persen dari 73.853 orang menjadi 69.251 orang, Korea Selatan 5,81 persen dari 63.045 orang menjadi 59.384 orang. Prancis 7,67 persen dari 45.716 orang menjadi 42.211 orang.
(mun/na)
 
FOLLOW US
             
POLITISIANA
Index >>

Stop Berdebat, Ayo Beri Kontribusi Bagi Riset Gunung Padang

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak terkait untuk tidak mengulang lagi mempe...


Bangunan di Bawah Gunung Padang Telah Terbukti

Hipotesa yang disampaikan Tim Terpadu Riset Mandiri tentang adanya bangunan di bawah situs megalitik...

NUSANTARA
Index >>

Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini terkait potensinya m...


Pilgub NTT: Hari Ini Putaran Ke-2 Digelar

Hari ini, Kamis (23/05) berlangsung putaran kedua pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Seju...
JAJAK PENDAPAT
Inikah Presiden RI 2014 - 2019 Pilihan Anda?
1.Aburizal Bakrie
2.Prabowo Subianto
3.Endriarto Sutarto
4.Dahlan Iskan
5.Gita Wirjawan
6.Sri Mulyani Indrawati



Hasil jajak pendapat


HOME | POLITIK | HUKUM | NARKOBA | WAWANCARA | EKONOMI | PENDAPAT | POLITISIANA | NUSANTARA | VIDEO | REDAKSI

Copyright © 2011 PolitikIndonesia.com All rights reserved